Connect with us

SEKITAR KITA

GUSDURian Bangun Huntara Unik bagi Korban Gempa Lumajang

Diterbitkan

||

Memontum Lumajang – GUSDURian Peduli terus bergerak membantu masyarakat korban gempa bumi di Kabupaten Lumajang, yang terjadi beberapa waktu lalu. Ada pun bentuknya, dengan membangun Hunian Sementara (Huntara).

Ketua Umum GUSDURian Peduli, A’ak Abdullah Al-Kudus, menyampaikan bahwa ada 10 unit Huntara telah dibangun oleh GUSDURian Peduli di desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. “Insyaallah, kami berupaya untuk bisa membangun lebih banyak lagi Huntara seperti ini. Baik itu di Lumajang, maupun di Malang (kabupaten, red). Mohon doa dan dukungannya,” kata A’ak kepada memontum.com, Selasa (11/05) tadi.

Baca juga:

Ditambahkannya, Huntara yang dibangun ini merupakan bangunan berukuran 4 meter x 6 meter, dengan rangka baja ringan, berdinding calsiboard, beratap terpal dengan lantai plester. “Desain ini sengaja dipilih, selain karena lebih nyaman dan sejuk bagi penghuninya, juga bentuknya unik. Desain ini juga diharapkan bisa menjadi terapi untuk mengurangi trauma pada penghuninya,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, jika Huntara ini juga dilengkapi dengan 2 ventilasi di bagian atas depan dan belakang. Termasuk, juga dilengkapi dengan 2 buah lampu dan 1 stop kontak. Desainnya, pun dibuat unik tidak seperti kebanyakan Huntara yang ada. Sehingga, lebih menyerupai Homestay atau Bungalow. “Dengan desain ini, kami berharap penghuninya tidak merasa sedang mengungsi. Tetapi seolah sedang piknik,” ungkapnya.

Sekretaris Desa Sidomulyo, Syaiful Rizal, mengaku sangat berterimakasih atas dukungan baik moril maupun materil dari GUSDURian. Dirinya dan warga, sangat senang atas bantuan Huntara yang telah dibangun oleh relawan yang turut andil dalam penanganan korban gempa di Lumajang. “Kami atas nama Warga Desa Sidomulyo, sangat berterimakasih atas bantuan Huntara yang dibangun oleh GUSDURian Peduli. Semoga teman-teman GUSDURian, mendapat berkah dan sehat selalu,” paparnya. (adi/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *