Connect with us

Kota Malang

Layanan Rapid Antigen dan GenoSe Pindah di Bangunan Sisi Timur Stasiun Malang

Diterbitkan

||

Memontum Kota MalangStasiun Malang (Stasiun Malang Kota) sisi timur telah dioperasionalkan guna meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dan memenuhi persyaratan perjalanan kereta api (KA). Sehingga kini pelayanan pemeriksaan Rapid Test Antigen dan GeNose C19 pindah di Stasiun Malang sisi timur. Dimana sebelumnya berada di Stasiun Malang sisi barat (eksisting).

“Pelayanan pemeriksaan Rapid Test Antigen dan GeNose C19 kami pindahkan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada pelanggan. Karena Stasiun Malang sisi timur ini melayani KA jarak jauh sehingga pelanggan dapat memenuhi persyaratan perjalanannya dengan mudah,”ujar Manajer Humas Daop 8, Luqman Arif, Senin (17/05).

Baca Juga:

Layanan Rapid Test Antigen dan GeNose C19 di Stasiun Malang sisi timur tersedia mulai pukul 07.00 WIB sampai 16.00 WIB. Dengan biaya Rp 85 ribu untuk Rapid Test Antigen dan Rp 30 ribu untuk GeNose C19.

“Kami imbau kepada pelanggan yang akan menggunakan layan Rapid Test Antigen dan Genose C19 agar melakukan pemeriksaan tidak mepet dengan jadwal keberangkatan kereta untuk menghindari keterlambatan,” himbau Luqman.

Pasalnya, petugas akan melakukan verifikasi berkas-berkas persyaratan saat boarding di stasiun. Jika ditemukan calon penumpang yang berkasnya tidak lengkap atau tidak sesuai, maka penumpang tidak diizinkan untuk naik kereta api dan tiket akan dibatalkan.

Selama masa peniadaan mudik 6 sampai 17 Mei 2021, Stasiun Malang terpantau lengang atau tidak terdapat lonjakan. Selama masa tesebut, PT KAI Daop 8 menyiapkan 676 tempat duduk dari 2 KA jarak jauh non mudik. Dengan pembatasan okupansi maksimal 70 persen dari ketersediaan tempat duduk keseluruhan pada setiap rangkaian.

“Untuk keberangkatan Stasiun Malang, terdapat 2 KA jarak jauh yang beroperasi pada periode peniadaan mudik. Total penumpang 6-15 Mei 2021 sekitar 900 orang, dengan rincian sebanyak 845 lolos verifikasi dan yang tidak lolos sebanyak 55. Penumpang yang tidak lolos rata-rata tidak membawa surat izin. Kami menjamin proses verifikasi berkas-berkas syarat perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dilakukan dengan teliti, cermat, dan tegas,” tegas Luqman. (mus/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *