Connect with us

Hukum & Kriminal

Pj Kades Saobi Diduga Bawa Kabur Istri Orang

Diterbitkan

||

Memontum Sumenep – Masyarakat Desa Saobi, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, dibuat gempar. Penyebabnya, Penanggung Jawab Kepala Desa (Pj Kades) Saobi, Moh Syafii, diduga membawa kabur istri orang.

Kapolsek Kangayan, Ipda Miftahol Rahman, membenarkan kejadian tersebut. Selain it, pihaknya juga telah menerima laporan dari NH, selaku suami dari IA. Jika istri pelapor diduga telah dibawa kabur oleh Moh Syafi’i. “Benar, kemarin suaminya datang ke Polsek, tapi masih sebatas aduan. Bukan laporan,” terangnya.

Baca juga:

Dalam sebuah rekaman audio yang diterima oleh awak media, Pj Kades Saobi menepis tuduhan tersebut. Pihaknya mengaku tidak membawa kabur perempuan bersuami itu. Melainkan, melakukan tindak penyelamatan terhadap IA atas aksi kekerasan dari suaminya.

“IA datang ke Balai Desa untuk meminta perlindungan dan menyampaikan keluhan atas aksi KDRT itu. Dia minta agar saya ikut langsung ke Arjasa mengurus perceraiannya,” ucap Moh Syafii

Namun, pembelaan Moh Syafii itu dibantah oleh lelaki saudara NH, S. Menurutnya, jika memang memberikan perlindungan, sebagai PJ Kades yang baik, mestinya Moh Syafii memanggil NH ke Balai Desa sebagai suami sah dari IA. Supaya, kedua Suami-istri itu menjelaskan duduk perkaranya secara kekeluargaan. “Bukan justru dibawa kabur ke Kangean, klarifikasi tentang rekaman audio itu bohong,” jelasnya.

Kejadian tersebut sontak mendapat sorotan banyak pihak. Bahkan, unsur masyarakat dan mahasiswa Desa Saobi mendatangi Mapolsek setempat pada Senin (17/05). Di sana, mereka melakukan orasi damai dan meminta Moh Syafii segera dicopot dari jabatan PJ Kades Saobi.

Ketua Komunitas Warga Kepulauan (KWK), Syaifuddin, menilai perkara yang dialami PJ Kades Saobi tersebut menyangkut persoalan moral (attitude). Terlebih lagi, hal itu ada kaitannya dengan kepercayaan publik. “Saya berharap kepada Bupati Sumenep dan jajarannya cepat merespon persoalan PJ ini,” ujarnya.

Menurut Syaifuddin, kasus ini telah menjadi atensi publik. Baik pihak pemerintah daerah (Pemda) maupun pihak kepolisian, terutama penyidik diuji cerdas mengumpulkan dan menyimpulkan bukti permulaan dan bukti-bukti lain. “Karena publik juga akan menilai sejauh mana kinerja kepolisian menuntaskan kasus ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kangayan, Nurul, justru enggan memberikan keterangan saat dikonfirmasi terkait kasus tersebut. “Sebelum ada keputusan resmi dari kepolisian tentang laporan itu pihaknya tidak berani berkomentar. Saya atas nama pihak Kecamatan tidak bisa memberikan tanggapan, karena kasus yang di jalani PJ notabene masih praduga tak bersalah,” kata Nurul.

Sementara ini, lanjut Nurul, masyarakat Desa Saobi sudah menuntut agar jabatan PJ-nya segera di ganti. Pihaknya juga masih mengkaji dengan pihak terkait. (dan/edo/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *