Connect with us

Pemerintahan

Arumi Bachsin Dardak Galakkan Kampanye Gemar Makan Ikan untuk Kurangi Stunting

Diterbitkan

||

KAMPANYE: Arumi Bahcsin didampingi Ketua TP PKK Situbondo, Jumaati saat kampanye Gemarikan dan memberikan bantuan paket produk perikanan. (her/memontum.com)

Memontum Situbondo – Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jatim bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur terus mengkampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dimasa pandemi Covid-19 di Jawa Timur. Dalam kesempatan Selasa (25/04) tadi, giliran istri Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Arumi Bachsin Emil Dardak, yang mengkampanyekan Gemarikan di Kabupaten Situbondo, dan dipusatkan di Pendopo Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo.

Kampanye Gemarikan ini, terus dilakukan dalam rangka juga menanggulangi dampak Covid-19 di daerah rawan stunting (gizi buruk). “Saat pandemi ini, mari kita terus mengkonsumsi ikan sebagai lauk pauk sehari-hari. Karena ikan sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh,” ujar istri Wagub Jatim, yang juga Ketua Forikan Provinsi Jawa Timur.

Baca juga:

Menurutnya, ikan yang harus dikonsumsi, tidak harus ikan mahal. Namun, banyak jenis ikan dengan harga terjangkau tapi nilai gizinya tinggi. Dengan begitu tidak akan membebani keuangan keluarga. Contohnya ikan patin yang kandungan omega 3nya sangat baik bagi kesehatan jantung dan otak,” bebernya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, hari ini adalah kegiatan Forikan bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, mendatangi salah satu daerah status stunting di Situbondo, khususnya di Kecamatan Kapongan. Tujuannya, untuk memberikan bantuan pangan berupa ikan, walapun sebenarnya letak geografisnya Situbondo terhampar lautan sepanjang kurang lebih 150 kilometer.

“Belum tentu masyarakatnya terbiasa gemar makan ikan. Sehingga, salah satu upaya dengan Forikan kali ini mengkampanyekan di daerah sini. Dengan harapan, angka prevalensi stunting di Situbondo dapat diminimalisir,” ungkapnya.

Masih menurut Ketua Forikan, angka prevalensi di Situbondo cukup tinggi 25 sampai 26 persen dan saat ini sudah turun sampai 12 persen. Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa, sehingga kita harus memperbaiki yang ada, yaitu balita-balita dengan prevalensi serendah-rendahnya dan juga mencegah dengan cara remaja-remaja putrinya diberi gizi yang baik ketika hamil, juga ibu-ibu hamil harus dilakukan pemantauan gizi.

“Sehingga anak-anaknya akan terpantau juga perkembangan gizinya,” pesan Arumi Bachsin.
Sementara Ketua Forikan Kabupaten Situbondo, Hj Jumaati Karna Suswandi, didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Situbondo, Sophsn Efendi, mengucapkan terimakasih kepada Ketua TP PKK Prov Jatim yang sekaligus juga Ketua Forikan Jatim yang telah memfasilitasi kegiatan kampanye gemarikan di Kecamatan Kapingan.

“Juga memberi bantuan paket produk perikanan yang tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam upaya mengurangi angka stunting,” tutur Jumaati.

Tidak hanya itu saja yang disampaikan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Situbondo, Hj Jumaati Karna Suswandi. Menurutnya, kegiatan kampanye Gemarikan ini ditempatkan di Kecamatan Kapongan, karena berdasar pertimbangan capaian bulan timbang pada Agustus 2020 di Kecamatan Kapongan mempunyai kasus stunting tertinggi se Kabupaten Situbondo, yaitu sebesar 22,05 persen atau sebanyak 382 balita.

Namun sudah terjadi penurunan pada bulan timbang februari 2021 sebesar 14,09 persen atau sebanyak 266 balita kasus stunting. Jumaati juga menyebutkan kondisi stunting di Kabupaten Situbondo berdasarkan dari hasil survey status gizi balita Indonesia tahun 2019 prevalensi stunting di Kabupaten Situbondo sebesar 26,74 persen yang masih dibawah dari prevalensi Jawa Timur, yaitu 26,86 persen dan prevalensi nasional sebesar 27, 67 persen.

Berdasar hasil bulan timbang pada agustus 2020 kabupaten Situbondo mempunyai prevalensi stunting 12,55 persen atau sebanyak 4.190 balita yang mengalami stunting terjadi penurunan kasus stunting dengan melaksanakan program-program percepatan penurunan stunting di Situbondo. (her/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *