Connect with us

KREATIF MASYARAKAT

Marginal Art Community Kembali Angkat Isu Lingkungan Melalui Pameran

Diterbitkan

||

Marginal Art Community Kembali Angkat Isu Lingkungan Melalui Pameran

Memontum Kota Malang – Permasalahan sampah yang menggunung, mengisi dan mencemari lingkungan, makin pelik. Berangkat dari keresahan itu, Marginal Art Community gelar pameran bertajuk ‘Ada Apa Dengan Styrofoam?’ di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM) Kota Malang.

Ketua Panitia Pameran, Agus Gembo, mengatakan bahwa gelaran yang berlangsung hingga esok (06/06) ini, memanfaatkan sampah styrofoam. “Marginal Art Community menggunakan kesenian untuk bergerak ke arah kehidupan yang lebih baik. Dan melalui pameran kali ini, kami ingin lebih menitikberatkan pada kesadaran terhadap penggunaan styrofoam dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Baca juga:

Marginal Art Community yang selalu concern terhadap isu lingkungan berhasil menggelitik orang-orang yang datang ke acara tersebut. Pasalnya, mereka selalu menggugah perhatian dengan isu-isu mengenai bagaimana sampah bisa digunakan sebagai medium untuk berkarya dan bergerak. Kali ini pun merupakan pameran ketiga mereka yang kembali mengangkat isu tentang lingkungan hidup.

“Kami sedang mengeja ulang tentang sampah styrofoam yang bahkan tanpa sadar telah menjadi salah satu limbah sampah terbesar yang mencemari bumi. Belum lagi banyaknya kandungan berbahaya dalam styrofoam sendiri yang bisa meracuni manusia jika masuk dan dikonsumsi. Sedangkan kita tahu kebanyakan limbah styrofoam awalnya digunakan sebagai bungkus makan,” sambungnya.

Bagi pria yang akrab disapa Gembo itu, ada keresahan-keresahan yang muncul dan menggeliat untuk tidak hanya diam. Maka Marginal Art Community bersepakat untuk , tidak ingin muluk-muluk mengingatkan, tapi membuat orang-orang yang datang lebih aware dan berpikir ulang tentang salah satu limbah sampah ini.

“Jadi kami lebih menitik beratkan pengkaryaan bukan pada medium styrofoamnya. Tapi lebih kepada semangat untuk lebih aware dan sadar akan bahaya dan akibat terhadap penggunaan styrofoam,” paparnya. (mus/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *