Connect with us

Jember

Bupati Hendy Siswanto Apresiasi Inovasi Wayan Adus Ketan

Diterbitkan

||

Memontum Jember – Inovasi dari Dispendukcapil Jember, berupa program WAYAN ADOS KETAN atau akronim dari Wis Wayahe Pelayanan Adminduk Tuntas di Kecamatan, mendapat apresiasi positif saat pelaksanaan launching, Selasa (08/06) tadi. Bupati Jember, H Hendy Siswanto dan Wabup MB Firjauan Barlaman, pun sangat menyambut positif terobosan yang dilakukan salah satu dinasnya.

“Program dan inovasi Dispendukcapil ini, merupakan gebrakan kita semua untuk memberikan layanan tercepat kepada masyarakat. Terlebih dalam mempersiapkan program ini, Dispenduk juga tidak sembarangan. Karena, membutuhkan speed agar layanan kepada masyarakat segera terselesaikan,” ujarnya.

Baca Juga:

Hendy juga mengatakan, jika dalam waktu dekat, mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) akan ditambah di beberapa kantor kecamatan. Dengan adanya tambahan ADM ini, diharapkan ada invoasi dan kolaborasi antara Dispendukcapil bersama masyarakat.

“Dalam waktu dekat juga akan datang mesin ADM yang ditaruh di masing-masing kecamatan. Mulai saat ini, masyarakat yang mengurus adminduk, agar tidak langsung pulang. Tetapi ditunggu ya, kalau misal ada keterlambatan ya harap maklum. Karena memang petugasnya masih terbatas,” ujar Hendy.

Dengan bermunculannya inovasi layanan di Dispendukcapil ini, Hendy berharap, layanan di Jember bisa menjadi terbaik dan juara ditingkat nasional. “Sebenarnya bukan soal juara, tapi lebih pada memberikan layanan terbaik tingkat nasional. Karena pelayanan yang baik akan membawa kebangkitan ekonomi,” ujar Hendy.

Plt Kadispendukcapil Pemkab Jember, Isnaini Dwi Susanti, menjelaskan secara detail program dan inovasi “WAYAN ADOS KETAN” ini untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat saat mengurus adminduk. Sebagai bentuk totalitas pelayanan, Dispendukcapil akan menempatkan petugas di beberapa titik kecamatan yang bisa mewakili beberapa zona di wilayah kabupaten Jember.

“Untuk tahap pertama, invoasi ini akan ditempatkan di tujuh titik kecamatan, diantaranya di Tanggul, Wuluhan, Jenggawah, Jelbuk, Mayang, Kalisat dan Kencong,” papar Santi panggilan Isnaini Dwi Susanti. (rio/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *