Connect with us

Politik

DPRD Surabaya Pantau Kondisi Penyekatan Covid-19 di Jembatan Suramadu

Diterbitkan

||

Memontum Surabaya – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya lakukan pemantaun kondisi penyekatan Covid-19 di jembatan Suramadu, dari arah Bangkalan hingga masuk ke Surabaya, Kamis, (10/06).

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti, memberi dukungan atas upaya penanganan Covid-19. Adanya lonjakan kasus yang ada di wilayah Bangkalan, dia berharap yang sudah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sejak hari Minggu (06/06) dengan melakukan penyekatan merupakan langkah yang tepat untuk segera dilakukan.

Baca Juga:

“Karena sampai hari ini jumlah swab PCR sudah mencapai 106 orang dan kemungkinan akan bertambah, nah kalau Surabaya tidak upaya penyekatan ini dikhawatirkan akan meluas. Tidak hanya untuk melindungi warga Surabaya, tapi juga penyebaran ke wilayah lain,” kata Reni.

Untuk itu Reni berharap kepada Pemerintah Provinsi untuk ikut melakukan upaya pemantauan. Apakah pemantauan yang dilakukan Pemkot Surabaya atau di Bangkalan bisa sudah secara optimal.  Oleh karena itu, penyekatan sebaiknya dilakukan satu lokasi saja dibawah Provinsi Jatim hal itu akan lebih baik.

Selain itu, kata Reni, terkait dengan SDM bisa mengambil dari Surabaya dan SDM Bangkalan, tentunya harapan dari SDM Provinsi juga terus melakukan pemantauan.

Kemudian, Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono, mengatakan Kota Surabaya saat ini tengah sidak di Jembatan Suramadu dalam upaya mendukung Pemerintah Kota Surabaya terus melakukan swab untuk membantu saudara kita di Madura.

“Seharusnya beban tugas ini ada di wilayah pulau Madura. Jadi kita harus menerima clearnya saja. Bagi warga yang masuk surabaya tapi kenyataanya saat ini yg melakukan tindakan untuk melakukan swab pemeriksaan di Kota Surabaya seharusnya ini dilakukan di pulau Madura. Disini pemerintah Provinsi Jatim belum hadir. Seharusnya kalau antar daerah beda kabupaten dalam provinsi ada dari provinsi jatim baik dari Dishub, Dinkesnya, Satpol PPnya, ini sama sekali tidak terlihat melihat kalau hanya dibebankan ke pemerintah kota saja ini nanti beban beratnya ini Kota Surabaya,” ucapnya.

Kota Surabaya sudah melakukan semua aktivitas kegiatan terkait dengan penanggulangan Covid-19 mulai dari pemberian makanan tambahan, memberikan wastafel, memberikan disinfektan sudah dilakukan semua. Sehingga, kata dia, di pulau sebelah ini perlu bantuan dari Pemprov Jatim. Jadi jangan ditinggalkan saja bebannya di Pemkot Surabaya. “Penyekatan untuk pemeriksaan dan semua itu utamanya harus di pulau maduralah surabaya tinggal cek yg masuk ke Surabaya bagaiamana hasil swabnya, hasil PCR nya, hasil genosenya, dan baru mereka bisa masuk ke Surabaya. Kalau sekarang coba kita lihat beban beratnya semua ada di wilayah Kota Surabaya,” terangnya (ade/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *