Connect with us

Pemerintahan

Kerja Kolaboratif, OPD di Trenggalek Akan Adopsi dan Kembangkan 35 Desa Wisata

Diterbitkan

||

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, (kanan) Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek Joko Irianto

Memontum Trenggalek – Dengan menerapkan sistem kerja kolaboratif, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin meyakini 100 Desa Wisata di Kota Keripik Tempe segera terwujud. Hal ini bisa dilakukan dengan menugaskan 1 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengampu 1 desa wisata.

Cara kreatif ini diharapkan bisa memenuhi target 100 desa wisata yang bisa dikembangkan dan layak disuguhkan kepada wisatawan selama dirinya menjabat hingga 2024 nanti.

Baca juga:

“Tahun 2021 ini 35 desa wisata difokuskan untuk dikembangkan. Tentunya tidak bisa dilakukan sendiri butuh kerja kolaboratif dan inovatif secara bersama untuk bisa mewujudkan hal itu,” ungkap Bupati Arifin saat dikonfirmasi, Rabu (16/06/2021) siang.

Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Mas Ipin sapaan akrabnya mendorong jajarannya untuk bisa bekerja kolaboratif dengan mengajak 1 OPD mengampu 1 Desa Wisata.

“Kita menginginkan setiap OPD nanti minimal mengampu atau mengadopsi 1 desa wisata,” imbuhnya.

Sadar jika di sektor wisata menjadi salah satu sektor unggulan dan pengungkit perekonomian daerah, Bupati Arifin menginginkan kreatifitas OPD bisa mendorong rintisan desa wisata yang ada menjadi desa wisata layak jual.

“Mungkin nanti ini bisa didekatkan dengan tupoksinya masing-masing. Seperti Inspektorat bisa membikin satu kampung kejujuran atau desa wisata kejujuran,” terang Bupati Arifin.

Lebih lanjut, suami Novita Hardini ini mencontohkan seperti Dinas Kominfo agar bisa membuat kampung digital. Lalu Dinas Sosial dengan desa inklusi.

“Ini nanti harapannya setiap dinas bisa mewujudkan 1 SDM yang bisa melayani. Karena ngomong hospitality pariwisata tentunya harus terbiasa melayani pengunjung,” tegasnya.

Kemudian, lanjut Bupati, kolaborasi yang diharapkan nanti, SDM di Kabupaten Trenggalek itu nanti bisa lebih luwes dan lebih dekat dengan rakyat dan punya prespektif melayani.

“Selain itu juga punya estetika di dalam membangun desa wisata. Tentunya ini akan membuat desa wisata jauh lebih cantik, perkantorannya juga pasti akan berubah. Saya yakin akan banyak muncul banyak inovasi,” pungkas Bupati Arifin.

Program ini tentunya akan menjadi sebuah tantangan bagi setiap OPD. Utamanya dalam mengembangkan kreatifitas untuk bisa ikut menjadikan desa wisata yang ada, menjadi desa wisata yang lebih layak dan menarik. Sekaligus dalam mewujudkan cita-cita Pemerintah Kabupaten Trenggalek sebagai kota wisata. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *