Connect with us

Politik

Dewan Inspeksi Dua Proyek Milyaran, Memastikan Realisasi Proyek Sesuai Pencanangan

Diterbitkan

||

Memontum Sumenep – Tak mau kecolongan dengan penyajian data laporan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Kerja (PRKP & CK) Kabupaten Sumenep, Komisi III langsung lakukan inspeksi ke instansi terkait. Proyek pembangunan Kantor PRKP & CK selaku mitra kerjanya menjadi sasaran inspeksi awal kalangan DPRD Sumenep.

Ketua Komisi III, Dul Siam, mengatakan inspeksi dilakukan dalam rangka ingin memastikan laporan data yang disajikan dengan pelaksanaan pembangunan di lapangan sudahkah ada kesesuaian.

Baca Juga:

“Ini yang kita tinjau untuk menghitung realisasi proyek pembangunan Tahun Anggaran 2020 lalu, akan tetapi ini lebih pada pengawasannya. Kita mau membuktikan apakah pekerjaan 2020 di lapangan sudah sesuai atau tidak,” terang pentolan Politisi PKB tersebut.

Dul Siam menegaskan Hasil inspeksi di bangunan Kantor PRKP & CK yang menghabiskan anggaran Rp 4,6 milyar menunjukkan belum ada temuan serius terkait ketidaksesuaian pelaksanaan dengan alokasi anggaran yang dihabiskan. Hanya ada kebocoran atap, untuk lainnya tidak ada masalah berarti. Seca umum, yang vital-vital bagus lah. Kalau kajian teknisnya saya kira sudah tuntas.

Seperti juga, lanjut Dul Siam, proyek pembangunan SMPN 3 yang menghabiskan anggaran Rp 3,2 milyar. Proyek prestisius yang masuk program Disdik Sumenep sebagai Smart City. Saat kita tinjau ke lokasi, memang sudah cukup proporsional. Baik pembangunan gedung literasi, asrama siswa, fasilitas ibadah dan ruang pertemuan.

“Itu lantaran SMPN III ini diproyeksikan menjadi sekolah unggulan khusus menampung siswa berprestasi dan itu diasramakan. Mereka itu biayanya akan ditanggung pemerintah. Itu yang sudah disiapkan bangunannya di tahun 2020 lalu. Gedungnya sudah mumpuni dan bagus,” kata Politisi asal kepulauan itu. (edo/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version