Connect with us

SEKITAR KITA

Petani Porang Trenggalek Dapat Pinjaman Rp 5,7 Miliar

Diterbitkan

||

Bupati Arifin saat menyerahkan pinjaman modal lunak kepada petani porang Trenggalek secara simbolis di pendopo Manggala Praja Nugraha.

Memontum Trenggalek – Sebanyak 228 Petani Porang di Trenggalek mendapatkan kucuran pinjaman modal lunak berupa KUR dari BNI.

Kredit lunak ini sendiri diserahkan Pemimpin Wilayah 18 BNI, Bebby Lolita dan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin kepada beberapa perwakilan petani porang di Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Baca juga:

Kucuran pinjaman modal lunak sebesar Rp 5,7 milyar ini diharapkan mampu mengangkat perekonomian di Trenggalek, apalagi Pandemi Covid-19 sangat memukul perekonomian masyarakat.

“Presiden melalui Kementrian BUMN memiliki program pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya memberikan KUR Mikro dan sasarannya adalah sektor-sektor ekonomi yang bertahan dimasa pandemi ini,” ungkap Bupati Arifin usai menyerahkan KUR, Sabtu (19/06/2021) sore.

Kebetulan, lanjut Bupati Arifin, di Trenggalek banyak petani porang yang hari-hari ini sedang ngetrend.

“Total ada 228 petani tahap pertama ini, dengan total Rp 5,7 milyar. Semoga ini bisa terus bertambah,” imbuhnya.

Suami Novita Hardini ini berharap dengan bantuan yang diberikan ini, bisa menjadi pemicu bangkitnya perekonomian masyarakat di Kabupaten Trenggalek, utamanya ditengah situasi pandemi Covid-19.

“Harapan saya tentunya ini bisa mengungkit perekonomian di Trenggalek,” kata Mas Ipin sapaan akrabnya.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah 18 BNI, Bebby Lolita menambahkan untuk Jawa Timur, pihaknya diberikan target oleh pemerintah untuk menyalurkan kredit Rp 4,3 triliun.

“Sampai bulan kemarin sudah tersalurkan Rp 1,8 triliun. Mudah-mudahan sampai akhir tahun bisa tercapai target yang diberikan dan salah satu yang mendapatkan adalah di Trenggalek ini,” terang Bebby.

Alasan disampaikannya KUR kepada petani porang, Bebby menuturkan jika petani porang tengah menjadi fokus saat ini.

“Karena memang permintaannya tinggi dan tingkat kegagalannya rendah,” tuturnya.

Masih kata Bebby, pembiayaan lain juga diberikan ke sektor-soktor diantaranya padi, jagung dan Kedele (Pajale). Dan juga kopi sebagai salah satu icon Jatim, termasuk tembakau dan kakao.

Terpiah, Ketua paguyuban petani porang Trenggalek Agung Sujatmiko menjelaskan perkembangan pertanian porang sampai saat ini sudah cukup luar biasa.

“Contohnya sampai saat ini petani porang yang dulu sentranya di Kecamatan Pule, saat ini sudah hampir di semua kecamatan ada. Dan petani porang ini sudah mulai mandiri, dengan biaya menjadi kreditur. Artinya kalau petani berani mengambil biaya dari perbankan, artinya dia betul-betul serius menekuni bidang ini,” kata Agung.

Masih terang mantan Asisten Perkonomian dan Pembangunan ini, di tahun 2020 kemarin luas lahan petani porang sekitar 3.000 hektar. Dan diharapkan di tahun ini, luas lahan itu bisa 2 kali lipat.

“Untuk besaran produksi masih belum diketahui karena panen raya masih 2 bulan lagi, tapi diyakini olehnya karena luas lahannya meningkat maka produksinya meningkat pula,” pungkasnya. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *