Connect with us

Jombang

DPRD Jombang Paripurna Jawaban Bupati Terhadap PU Fraksi Tentang Raperda APBD TA 2020

Diterbitkan

||

Memontum Jombang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang menggelar Rapat Paripurna penyampaian jawaban Bupati Jombang terhadap Pandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Jombang tentang Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Jombang Tahun Anggaran 2020, bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD kabupaten Jombang. Senin (28/06).

Turut Hadir Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD, Bupati, Hj Mundjidah Wahab, Wakil Bupati, Sumrambah, Sekretaria Daerah, Akhmad Jazuli, 48 Anggota DPRD, Kepala OPD, Forkopimda, serta Camat Se-Kabupaten Jombang.

Baca Juga:

Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab, dalam sambutannya menyampaikan Terima kasih kepada Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Golongan Karya, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera-Persatuan Indonesia atas apresiasinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melebihi target.

“Tentunya hal ini menjadi pemicu bagi saya terus menggali potensi untuk selanjutnya akan kami pertimbangkan kenaikan target pendapatan pada Tahun berikutnya. Sehingga ke depannya dapat menjadi tumpuan sumber dana bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang di dalam menjalankan roda pemerintahan,” ujarnya.

Bupati Jombang juga menanggapi pertanyaan dari Fraksi golongan Karya atas upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah harus tetap dioptimalkan terutama terhadap pengelolaan aset Daerah seperti pasar dan BUMD.

“Saya akan lakukan rehabilitasi di beberapa pasar terkait sarana dan prasarana, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan pengguna pasar. Sedangkan untuk pengoptimalan BUMD akan dilakukan revitalisasi regulasi perusahaan agar bisa bersaing dengan industri sejenis, memaksimalkan potensi bisnis yang ada dengan digital marketing. Telah dilaksanakan restrukturisasi pada BUMD dengan dipilihnya direktur BUMD dari kalangan profesional sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja BUMD secara profesional, kreatif serta inovatif yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan atau laba perusahaan. Sehingga bagian laba yang disetor ke pemerintah daerah juga meningkat,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Partai Keadilan Sejahtera-Persatuan Indonesia dan Fraksi Gerakan Indonesia Raya terkait rendahnya penyerapan anggaran belanja daerah.

“Sisa anggaran belanja pada rekening belanja lebih disebabkan karena efisiensi belanja daerah pada belanja perjalanan dinas, belanja makanan minuman, transportasi akomodasi serta beberapa Belanja yang lain. Karena terdapat perubahan metode pelaksanaan kegiatan yang disebabkan oleh masih tingginya kasus Covid-19,” paparnya.

Memperhatikan pencapaian output kegiatan dari 6 tujuan dengan 6 indikator tujuan Pemerintah Kabupaten Jombang hasil pengukuran pencapaian indikator tujuan pada tahun kedua pelaksanaan RPJMD Kabupaten Jombang tahun 2018-2023 diketahui bahwa rata-rata realisasi capaian kinerja mencapai 80,802 persen atau bermakna cukup berhasil serta dari hasil analisa pencapaian indikator 15 sasaran dengan 20 indikator sasaran diketahui bahwa rata-rata realisasi capaian kinerja mencapai 89,304 persen atau bermakna berhasil.

Menanggapi pertanyaan dari Fraksi praksi Partai Demokrat untuk menjaga mutu pendidikan dan kebijakan sekolah tatap muka serta penerapan kebijakan Pemerintah dengan adanya sekolah tatap muka pada bulan Juli 2021

“Saya sampaikan bahwa hal tersebut sudah dimulai dengan sistem shifting 50 persen dari jumlah peserta didik yang diatur oleh satuan pendidikan masing-masing dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,”

Menanggapi pertanyaan dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan reaksi Gerakan Indonesia Raya dan fraksi golongan karya terkait penegakan protokol kesehatan dan vaksinasi kepada masyarakat

“Saya sampaikan bahwa telah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait varian baru yang muncul, serta meminta masyarakat untuk senantiasa menjalankan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Vaksinasi juga dilakukan kepada masyarakat sesuai tahapan yang dilakukan pemerintah,” tuturnya.

Sampai dengan tanggal 23 Juni 2021 capaian vaksinasi tahap 1 sebesar 229, 53 persen dari target serta capaian dosis 2 sebesar 125,401 persen dari target. Pentahapan yang sudah dilalui adalah pemberian vaksin kepada sumber daya manusia kesehatan, pelayanan publik serta kelompok lanjut usia. “Jumlah vaksin yang diterima untuk pelayanan kepada masyarakat mencukupi dan didistribusikan lewat 34 Puskesmas di Kabupaten Jombang. Capaian vaksinasi Kabupaten Jombang sudah melebihi dari target yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. ujarnya. (azl/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *