Connect with us

Pendidikan

Wisuda Istimewa Daring Angkatan Terakhir STIE Perbanas Surabaya sebelum Ganti Universitas

Diterbitkan

||

Memontum Surabaya Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas menyelenggarakan wisuda daring, Sabtu (03/07) di halaman Kampus Wonorejo UWH Perbanas. Pasalnya, ini menjadi wisuda istimewa terakhir bagi mereka lulusan dengan bentuk Sekolah Tinggi sebelum menjadi Universitas.

Rektor UWH Perbanas, Yudi Sutarso, mengatakan, sebanyank 398 wisudawan lulusan terakhir tahun ini dan sudah tidak ada sisa bagi wisudawan ketika masih jadi STIE Perbanas. Mulai (09/04)lalu sudah menjadi wisudawan Universitas UWH.

Baca juga:

“Untuk para wisudawan ini kan kondisi pandemi memang tantangannya lebih berat karena dunia kerja dunia bisnis sedang menurun. Kondisi pandemi covid sedang naik tinggi. Jadi utamanya terus berjuang dengan peluang yang bisa diciptakan sendiri. Terutama wiraswasta atau mencari pekerjaan dengan basis digital bisnis karena itu memungkinkan tidak membutuhkan mobilitas tinggi,” kata Rektor, Yudi.

Selain itu, kata dia, kegiatan wisuda daring ini juga memperhatikan protokol kesehatan (prokes). Untuk mereka perwakilan yang datang menerapkan prokes dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Sekarang yang menjadi konsen di universitas Hayam Wuruk perbanas, 3 prodi yang kita buka untuk mengantisipasi digital bisnis saat ini dan masa yang akan datang,” ujarnya.

Lanjutnya, antusias tiga program studi tersebut bagus untuk prodi masa depan. Pihaknya juga menawarkan beasiswa bagi mahasiswa ingin studi ke program yang baru. Karena UWH sekarang mengarah ke bisnis digital.

“Kita sekarang, sudah biasa dengan pembelajaran jarak jauh kita tetap menggunakan itu sesuai dengan panduan kementerian pendidikan. Arahan dari Pak Menteri juga pemkot selalu kami ikuti dan tidak ada masalah. Kita sudah siap dan sudah biasa baik daring atau dikombinasikan dengan tatap muka. Sudah siap semua. Tergantung arahan pemerintah, kita ikuti PPKM darurat,” terangnya.

Sementara itu, salah satu wisudawan terbaik diraih oleh Karima Fatmati S Ak dari sarjana Akuntansi. Dirinya juga salah satu penerima beasiswa penuh dan bebas biaya pendidikan alias gratis selama kuliah.

Wanita berhijab ini mengaku bahagia bisa meraih predikat terbaik ini. Bahkan, dirinya pun saat ini sudah bekerja sebulan usai sidang skripsi. “Sekarang saya sudah bekerja di salah satu perusahaan ekspor impor rempah-rempah sebagai Staff Akuntansi dan Pajak,” ungkapnya.

Selama kuliah, Karima terbilang ikut berorganisasi dan aktif meraih banyak prestasi membanggakan. Adapun deretan prestasi yang diraihnya, meliputi: Juara satu Internasional Accounting Week UMY, Juara satu Pekan Ilmiah Akuntansi UNSOED, Juara satu Accounting Competition UNMUL, Juara satu Sriwijaya Accounting Olympiad, Juara satu Battle Of Accounting UMJ, Juara tiga Accounting Fair UPN Veteran Jakarta, Juara tiga Accounting Competition UII, Juara tiga Accounting Olympiad STIE YKPN, Juara Harapan satu Atmajaya Accounting Competition, dan Juara Harapan dua Perbanas Accounting Compettion. (ade/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *