Connect with us

Situbondo

Kalah, Massa Pendukung Calon Kades di Desa Seletreng Ancam Tempuh PTUN

Diterbitkan

||

Puluhan massa saat berorasi di halaman kantor Kecamatan Kapongan.(im)

Memontum SitubondoSekitar 50 massa pendukung salah satu calon Kepala Desa (Kades) di Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, yang telah gagal terpilih dalam Pilkades PAW 18 Desember 2017, mengancam akan menempuh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Kamis (21/12/2017)

Langkah tersebut akan mereka lakukan jika memang menemukan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) tentang penyelenggaraan Pilkades yang notabeninya sebagai acuan penyelenggaraan Pilkades oleh panitia pemilih (panlih) dinilai merugikan.

“Kalau memang nanti kita temukan tentu akan ke PTUN,” kata Hadi mewakili calon Kades No.3 yakni Raheli. Namun, ia bersama dua perwakilan pendukungnya mengaku, saat ini lebih fokus terhadap penyelenggaraan Pilkades di Desa Seletreng yang dianggapnya tidak berjalan sesuai dengan aturan dan tidak transparan.

Kabid PMD saat diwawancarai Memontum.com.(im)

Kabid PMD saat diwawancarai Memontum.com.(im)


“Kami bukan mempersoalkan siapa yang menang dan kalah, tapi kami menyikapi proses Pilkades PAW yang dilakukan panitia pemilihan Kepala Desa PAW,” kata Hadi yang mengaku sudah menyampaikan sejumlah poin keberatan kepada pihak Kecamatan sebagai tim pembina, Kamis (21/12/2017).

Dari pantauan Memontum.com, tiga perwakilan pendemo saat ditemui Muspika Kapongan menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya :
1. Memberhentikan Ketua BPD Seletreng.
2. Menolak Hasil Musdes Pilkades PAW Desa Seletreng,Kecamatan Kapongan.
3. Meminta sebelum proses dianggap selesai agar tidak dilantik.

Pelaksanaan Musdes Pilkades PAW Desa Seletreng yang dianggap telah menyimpang dari aturan kata dia (Hadi) proses dari awal dianggap kurang transparan,dibuktikan musdes pertama yang diundang hanya orang-orang tertentu yang pro BPD dan panitia saja.

Diungkapkan Hadi,seperti dalam musdes kedua RT diundang tetapi tidak semua RT diundang,tapi hanya yang pro BPD dan panitia dan dibuktikan dengan tidak ada undangan hanya melalui SMS, seharusnya memakai undangan namun ia mengaku langkah tersebut tak dilakukan panitia pemilihan.

“Harusnya tahapan-tahapan dari awal itu dilalui dengan transparan dan terbuka serta tidak memihak kepada salah satu calon kepala desa,” ujarnya.

Selain persoalan tahapan Pilkades tidak transparan, ada beberapa poin lain yang menjadi dasar ia bersama dua perwakilan pendemo yang memakai Id Card bertuliskan “AKSI 2112” dari pendukung salah satu calon Kades keberatan atas proses penyelenggaraan Musdes Pilkades PAW tersebut.

“Belum lagi, pencoretan nama pemilih. Jadi kesepakatan yang pernah dibuat panitia bersama dua calon Kades untuk di lotre dalam pertemuan bersama panitia dan disaksikan Muspika sebelum penetapan DPT tidak ada tindak lanjutnya atau tidak direspon yang membuat keadaan saat itu jadi tidak kondusif. Kami menyimpulkan Pilkades PAW Desa Seletreng tidak sesuai aturan yang berlaku dan juga diduga ada keberpihakan kepada salah satu calon. Jadi, menurut kami Pilkades PAW di sini tidak sah dan cacat hukum dan pemilihannya harus diulang,” paparnya.

Kepala bidang pembinaan pemerintahan desa Pemkab Situbondo Yogie Kripsian Syah,S.STP,.M.Si saat diwawancarai Memontum.com mengatakan, ”Kami mewakili dari pemerintah kabupaten akan menampung aspirasi dari masyarakat. Terkait tuntutan aksi massa pendukung dari salah satu calon kades PAW yang tidak terpilih. Sesuai mekanisme perundang-undangan yang berlaku serta akan disampaikan pada Bupati.” (im/yan)

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

Dua Pemotor Terlibat Kecelakaan di Jalur Pantura Banyuputih Situbondo

Diterbitkan

||

KECELAKAAN: Kondisi 2 pengendara saat kecelakaan di TKP. (tik)

Memontum Situbondo – BRAAKK! Dua pemotor dari arah yang sama mengalami laka lantas di jalan raya Pantura Banyuputih tepatnya di Km 229.9 arah Surabaya, Keduanya dilarikan ke Puskesmas Banyuputih dengan luka luka disekujur tubuh. Selasa (24/9/2019) siang.

Wahet (30) warga Dusun Blangguan, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, mengemudikan Sepada motor Honda scoopy nopol. AE 3622 NB melaju dari arah Banyuwangi, tepatnya pada pukul 10.25 Wib di KM 229.9 mendadak sepeda motor pedagang penthol ( tanpa platnomer) yang dikemudikan oleh Kikik (35) asal Dusun dan Desa yang sama, menyebrang jalan, karena jarak terlalu dekat, keduanya hingga terjadi benturan tidak bisa dihindari.

Sehingga membuat keduanya terkapar ditengah jalan, dibantu warga sekitar kedua korban akibat kecelakaan dilarikan ke Puskesmas Banyuputih, sementara dua unit kendaraan diamankan di Mapolsek Banyuputih.

Kapolsek Banyuputih AKP Didik Rudianto SH saat ditemui Wartawan Memontum.com dikantornya membenarkan kejadian tersebut.

“Untuk sementara ini tidak ada korban jiwa, keduanya langsung dilarikan ke Puskesmas Banyuputih untuk mendapatkan perawatan dan dua kendaraan langsung kami amankan di Polsek Banyuputih, ” kata Kapolsek AKP Didik Rudianto. (tik/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Situbondo

Kunjungi Polsek Jajaran, Kasi Propam Tekankan Netralitas dalam Pilkades Serentak

Diterbitkan

||

Kasi Propam Polres Situbondo, IPDA Harsono SH saat kunjungi Polsek Kapongan Situbondo dan tampak memberikan arahan kepada Kapolsek serta pada semua anggotanya. (im)

Memontum Situbondo – Propam Polres Situbondo melaksanakan safari keliling pada Polsek Jajaran dalam rangka sosialisasi dan pemasangan banner penekanan Kapolres Situbondo terkait netralitas Polri dalam Pilkades serentak tahun 2019 di Kabupaten Situbondo, Selasa (24/9/2019) pagi.

Kegiatan sosialisasi dipimpin langsung oleh Kasi Propam Ipda Harsono SH yang menindaklanjuti dan meneruskan penekanan Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono SH SIK MH terkait netralitas anggota Polri dalam pelaksanaan Pilkades dimana netralitas Polri dalam pilkada diatur dalam pasal 28 UU No.2/2002 tentang Polri.

“Tugas Polri adalah pengamanan, ada sangsi tegas bagi yang melanggar atau tidak netral mulai dari teguran, demosi hingga dipecat, ” terang Ipda Harsono, kepada Memontum.com.

Selain itu, Kasi Propam juga menyampaikan pesan Kapolres Situbondo kepada para Bhabinkamtibmas, bahwa di masing-masing desa agar meningkatkan komunikasi, koordinasi lintas sektoral.

“Untuk mencegah sekecil apapun permasalahan, agar dapat diselesaikan secara bersama-sama sebelum timbul konflik yang besar, ” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi dan pemasangan banner netralitas anggota Polri dalam Pilkades tersebut dilaksanakan di 17 Polsek Jajaran Polres Situbondo. (im/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Situbondo

Gebyar Expo Pengambilan Barang Bukti Hasil Kejahatan di Mapolres Situbondo

Diterbitkan

||

BARANG BUKTI : Kapolres Situbondo menunjukkan barang bukti hasil kejahatan. (im)

Memontum Situbondo – Kepolisian Resort (Polres) Situbondo menggelar gebyar expo pengambilan barang bukti hasil kejahatan berupa, 10 unit sepeda motor berbagai merk curanmor dan 4 unit sepeda motor laka lantas serta 1 unit mobil Honda Brio, 1 unit mobil Toyota New Avanza dan 2 unit Toyota Calya hasil dari kejahatan bermodus penipuan mobil rental di Mapolres Situbondo, Selasa (24/9/2019) pagi.

Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono SH SIK MH dalam rilisnya mengatakan, pengambilan barang bukti hasil kejahatan tersebut tidak dipungut biaya se peser pun.

“Untuk bisa mengambil kendaraan tersebut, pemilik harus bisa menunjukan bukti BPKB. Apabila BPKB sedang dianggunkan, maka pemilik harus minta surat keterangan dari pihak lessing atau lembaga peminjam, ” kata Kapolres Awan.

Dihadapan sejumlah awak media, Kapolres Awan menjelaskan, dalam proses penanganan hukum, penyidik Polres Situbondo mengedepankan transparansi yang mengacu pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dan UU Keterbukaan Informasi Publik No14 Tahun 2008.

“Seluruh penyidik Polres Situbondo dalam menangani proses pidana selalu mengedepankan unsur transparansi dan akuntabilitas, ” tegas Kapolres Awan.

Lebih lanjut, Kapolres Awan mengatakan, bahwa barang bukti berupa 4 unit kendaraan roda empat dan 14 unit kendaraan roda dua atau sepeda motor, mulai hari ini dan hari hari berikutnya bisa diambil ke Mapolres Situbondo.

“Barang bukti yang diserahkan kepada pemiliknya, tentunya bisa dipertanggungjawabkan oleh penyidik dan prosesnya sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, ” ujarnya.

Bukan hanya itu saja yang disampaikan Kapolres. Namun, Kapolres Awan Hariono juga menegaskan bahwa, kegiatan Expo pengambilan barang bukti hasil kejahatan yang di sita oleh Polres Situbondo tidak di pungut biaya sepeserpun.

“Silahkan bagi masyarakat yang kendaraan bermotornya hilang bisa langsung datang ke Polres Situbondo untuk melihatnya dan sambil membawa surat – surat tanda kepemilikan kendaraannya, ” pungkasnya.

Dikatakan Kapolres Awan Hariono pada akhir rilisnya, bagi pemilik kendaraan yang hendak mengambil kendaraan tersebut diharuskan membawa surat kendaraan berupa STNK dan BPKB serta surat tanda laporan polisi yang telah dibuat.

“Harus membawa BPKB, STNK serta persyaratan lain. Kemudian petugas akan cek, jika sesuai maka akan langsung diberikan. Pengambilan ini gratis tanpa dipungut biaya, ” tambahnya.

Salah satu pemilik kendaraan yang mengambil yakni Rubiyanto (52) warga Dusun Langai, RT 001 RW 001, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo yang hadir pada acara Gebyar Expo Pengambilan Barang Bukti tersebut mengucapkan terima kasih kepada Polres Situbondo yang telah berhasil menemukan kendaraan bermotornya yang hilang beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah, sepeda motor saya telah ketemu. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada Polres Situbondo yang telah menindak lanjuti laporan polisi Nomor STPL/K/172/V/RES.1.8./2019/JATIM/RES SITUBONDO hingga berhasil mengungkapnya, ” tutur Rubiyanto. (im/oso)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Terpopuler