Connect with us

Pemerintahan

Tinjau RS Rujukan Covid-19, Wali Kota Sutiaji Sebut Kondisi Crowded

Diterbitkan

||

Tinjau RS Rujukan Covid-19, Wali Kota Sutiaji Sebut Kondisi Crowded

Memontum Kota Malang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang, tidak hanya lakukan pantauan langsung pada penyedia alat kesehatan maupun distributor oksigen. Namun, RS rujukan Covid-19 seperti RS Lavalette dan RS Dr Saiful Anwar (RSSA), serta Tempat Pemakaman Umum (TPU) Samaan, juga menjadi sasaran tinjauan pada Rabu (07/07) tadi.

Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan bahwa kondisi RS rujukan Covid-19 di Kota Malang, sangat crowded. “Setelah meninjau ke beberapa RS, semua penuh. RS Lavalette penuh, RSSA kapasitas IGD hanya 20, tapi waiting list sudah 40,” ungkap Wali Kota Malang.

Baca juga:

Bahkan, tambahnya, dari pantauan langsungnya, ditemukan beberapa pasien yang meninggal dunia sebelum sempat masuk ke IGD. “Karena pasien baru bergejala di hari ketiga, lalu swab dan hari keempat diketahui positif Covid-19. Setelah positif dan sesak dibawa ke RS, namun meninggal di jalan. Itulah kondisi di lapangan,” jelasnya.

Ketersediaan tempat tidur untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19, pun juga sangat menipis. Selain itu, banyaknya pasien covid-19 berbanding lurus dengan kebutuhan akan oksigen.

“Kebutuhan oksigen di RS variatif, sesuai dengan jumlah pasien. Tentu tadi di RSSA lebih tinggi karena jumlah pasien yang gejala berat banyak. Pasien dengan gejala ringan dan sedang kalau butuh oksigen tidak terlalu banyak, mungkin kecepatannya sekitar satu dua liter per menit. Tapi kalau sudah parah, diatas 15 liter per menit kebutuhan oksigennya,” beber Sutiaji.

Titik terakhir adalah TPU Samaan, dimana pihaknya meninjau prosesi pemakaman pasien Covid-19. “Tadi kami datang ke pemakaman, jenazah baru berusia 38 tahun, tidak ada gejala sama sekali dan tidak punya komorbid. Awalnya dirawat di RS (sebut saja) A, lalu di pindah ke RS (sebut saja) B. Kemudian meninggal, padahal obat yang diberikan sudah luar biasa,” katanya.

Dari hasil inspeksi di lapangan, politisi Partai Demokrat itu menegaskan bahwa masyarakat wajib berhati-hati. Pasalnya, virus covid-19 makin ganas.

“Tolong taati Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Karena ini bukan hanya memikirkan dirinya, tapi memikirkan bangsa dan masyarakat sekitar juga,” papar Sutiaji. (hms/mus/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *