Connect with us

Kota Malang

Wisnuwardhana Malang Tanamkan Penguatan Nilai-Nilai Pancasila ke Mahasiswa

Diterbitkan

||

Prof Dr Widodo Ekatjahyana SH, MH, mencontohkan Salam Nasional "Merdeka" yang benar. (rhd)

Memontum Kota MalangSejak hilangnya P4 oleh BP7 dan substantial lain, membuat generasi penerus mengalami degradasi moral, bahkan Pancasila sebagai dasar negara nyaris terlupakan. Sebab mereka tidak ada panduan yang benar dan kontinyu. Hingga perpecahan kerap terjadi karena menganggap paling benar tentang pemahaman Pancasila, meski pemahaman tersebut berdasarkan argumentasi sendiri atau kelompok. Bahkan parahnya ada sebagian masyarakat/kelompok latah karena ikut-ikutan memahami argumen yang salah.

Hal ini diungkapkan oleh Prof Dr Widodo Ekatjahyana SH MH, Dirjen Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, saat menyampaikan paparan materi kuliah umum “Penguatan Nilai-Nilai Pancasila dalam Sistem Perundang-undangan Negara Republik Indonesia” di Aula Gedung F-2 Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang, Jum’at (22/12/2017). Selain itu, pemateri lainnya yaitu Prof Dr Widodo SH MH, Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Wisnuwardhana Malang.

Para pemateri. (rhd)

Para pemateri. (rhd)

 

Alasan mengangkat tema “Penguatan Nilai-nilai Pancasila”, menurut Widodo, karena dilatarbelakangi beberapa hal. Diantaranya melunturnya nilai-nilai Nasionalisme, berkembangnya ideologi Trans-Nasional dan Radikalisme yang memiliki tujuan untuk mendekonstruksi Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara, berkembangnya sikap intoleran dan melunturnya semangat Gotong Royong (kerukunan) sesama anak bangsa, dan berkembangnya gagasan-gagasan untuk memaksakan hukum agama yang sensitif untuk dijadikan hukum (Regulasi) Negara (Perda/Perkada).

“Kegiatan menyimpang dari ajaran Pancasila sangat berbahaya. Saat Orde Baru hal seperti itu langsung dieksekusi oleh pemerintah. Namun di era saat ini, tidak jelas karena tidak memahami Pancasila dengan benar. Bahkan saling mengakui bahwa merekalah pendukung Pancasila. Sementara tindakannya tidak mencerminkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelas Dekan Fakultas Hukum Universitas Negeri Jember (Unej) ini.

Prof Dr Widodo Ekatjahyana SH, MH, menerima cinderamata dari Rektor Unidha Prof Dr Sukowiyono SH, MHum.(rhd)

Prof Dr Widodo Ekatjahyana SH, MH, menerima cinderamata dari Rektor Unidha Prof Dr Sukowiyono SH, MHum.(rhd)

Sebagai contoh pengakuan maklumat salah satu partai terkait Salam Nasional “Merdeka”. “Itu tidak benar, sebab itu sudah dicontohkan Bung Karno sejak jaman kemerdekaan. Bahkan para pejuang menggunakan itu untuk saling memberikan semangat dan jiwa untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Bagaimana bisa beberapa waktu lalu salam nasional Merdeka tersebut diakui hanya milik 1 partai. Dan yang benar, Salam Merdeka itu, tangan kanan diangkat 90 persen ketiak, dan 45 derajat telapak tangan membuka mendekati arah kepala,” terang pria kelahiran Jember, 1 Mei 1971 ini.

Dunia politik tak akan pernah lepas dari roda pemerintahan. Sebab semua sistem pemerintahan ini berdasarkan proses politik. “Pembentukan Perpu melalui proses politik. Bahkan keterlibatan politik hingga menyentuh peraturan organik pelaksanaan. Kebijakan seorang Presiden pun juga tak terlepas dari Kepolisian,” urai Guru Besar Fakultas Hukum Unej, sembari mengapresiasi Unidha sebagai Kampus Bhinneka Tunggal Ika, dengan diperdengarkan lagu-lagu kebangsaan setiap hari, dimana baru kali ini ditemuinya.

Dengan pemaparan dan pemahaman yang benar dari ahlinya, diharapkan mahasiswa dapat menghayati dan mengamalkan Pancasila secara benar. “Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, aplikasinya luas. Harus di breakdown ke beberapa aspek, agar dipahami dan diedukasi secara terus menerus dan kontinyu kepada dosen dan mahasiswa. Sebab perjalanan Pancasila pernah mengalami Kemunculan, Kebangkitan, dan Kemunduran,” jelas Rektor Unidha Prof Dr Sukowiyono SH, MHum.

Dengan metode seperti, diharapkan pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 dapat diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pun bagi dosen dan mahasiswa dalam kehidupan civitas akademik Universitas Wisnuwardhana Malang secara menyeluruh. Sehingga ketika berada di lingkungan masyarakat, mampu mengedukasi nilai-nilai Pancasila dengan baik dan benar. (rhd/yan)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
1 Komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *