Connect with us

SEKITAR KITA

Antisipasi Kerumunan, RPH Surya Surabaya Buat Daftar Tunggu dan Persilahkan Melihat Penyembelihan

Diterbitkan

||

Memontum Surabaya – Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya menggelar pemotongan hewan kurban sesuai protokol kesehatan (Prokes). Pemotongan itu, dilakukan mulai pukul 07.00. Sementara selama proses penyembelihan, pihak RPH pun memperbolehkan pemilik hewan kurban untuk melihatnya.

“Sebelum disembelih, kita data sebelumnya. Jadi, masyarakat bawa kambing langsung di data. Untuk sementara, kalau hari ini kita batasi karena Prokes dan berjumlah 68 ekor sapi serta dimulai jam 07.00,” kata Plt Dirut RPH Surya, Muhammad Faiz, Selasa (20/07) tadi.

Baca Juga:

Selain itu, untuk mencegah kerumunan, pemilik hewan kurban akan dipanggil sesuai nomor urutan. “Begitu selesai, pemilik sapi kita panggil sesuai nomor urutnya. Jadi,.kita batasi untuk pengunjungnnya,” ujarnya.

Masih menurut Faiz, hal ini dilakukan untuk mempermudahkan pemilik kurban, yang ingin melihat secara langsung proses pemotongan. Pihaknya telah mempersiapkan ruang tunggu, untuk pemilik hewan kurban tersebut.

“Masyarakat kita batasi untuk tunggu. Ruang tunggu yang kita siapkan menggunakan cctv. Ada layar televisi juga, agar masyarakat bisa melihat sembelihan. Saat dikemas, lalu dipanggil namanya, mau dibawa sendiri atau kita antar ke alamat, jadi betul kita melayani masyarakat, termasuk pengantaran tidak ada ongkir,” paparnya.

Sementara itu, telah ditemukan dua ekor sapi yang dibuang, dikarenakan terkontaminasi. Sebab, ditemukan cacing yang ada di hati.

“Kebanyakan paling banyak di hati, kalau dagingnya tidak masalah. Kalau dimasak, diatas 100 derajat dia mati,” terang Muhammad Faiz.

Salah satu warga, Bobby (37) yang juga daftar pemotongan satu ekor sapi miliknya, mengaku proses pemotongan di RPH sangat cepat.

“Saya yakin aja potong di RPH, sesuai protokol kesehatan dan terjamin halal juga. Serta cepat pemotongannya ada cctv, juga bisa melihat pemotongannya dan sangat cepat,” kata Bobby. (ade/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *