Connect with us

SEKITAR KITA

Bhayangkari Cabang Malang Kota Berikan Bansos ke Tim Pemakamam Covid-19

Diterbitkan

||

Polwan Polresta Mang Kota saat menyerahkan Bansos kepada Ketua Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 Polresta Malang Kota Ipda Zainul. (gie)

Memontum Kota Malang – Tim pemakaman jenazah Covid-19 Kota Malang, mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos) berupa sembako dan juga daging kurban, Rabu (21/07) sore. Bantuan tersebut dari Ketua Bhayangkari Cabang Malang Kota Ny Enic Budi Hermanto dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-69, pngurus Cabang Bhayangkari Malang Kota. Penyerahan ini dilaksanakan di TPU Nasrani Sukun Kota Malang.

Ketua Tim Pemulasaran jenazah Covid-19 Polresta Malang Kota, Ipda Zainul Arifin, mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan terima kasih kepada ibu Enic Budi Hermanto atas kepeduliannya kepada para tim pemakaman jenazah Covid-19. “Ada 75 orang tim pemakaman jenazah Covid-19. Alhamdulillah, terima kasih kepada bu Enic Budi Hermanto, Ketua Bhayangkari Malang Kota,” ujar Ipda Zainul.

Baca juga:

Tingkat kematian akibat Covid-19, saat ini masih sangat tinggi di Kota Malang. Bahkan pada Rabu (21/07), sebanyak 30 orang meninggal dan harus dimakamkan secara protokol Covid-19. “Saat ini pemakaman dibagi 4 tim, dengan masing-masing tim berjumlah 13 orang. Untuk hari ini ada 30 jenazah yang kita makamkan,” ujar Ipda Zainul.

Dijelaskan pula bahwa pasien Covid-19 yang meninggal dalam isolasi mandiri, bisa langsung diambil oleh tim untuk dibawa ke pemulasaran RSUD Kota Malang. “Banyak juga yang meninggal saat isoman di rumah. Saat ini sudah bisa dilakukan pemulasaran di RDUD Gadang,” ujar Ipda Zainul.

Kepala UPT TPU Disperkim Kota Malang, Takroni Akbar, bahwa sejak Juli 2021, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal cukup banyak. Dikisaran 30 sampai 55 orang perhari. “Bahkan pernah dalam sehari, kami melakukan pemakamam 55 orang di bulan Juli ini. Kemarin kami memakamkan 26 jenazah. Untuk hari ini 30 orang yang harus kami makamkan. Diperkirakan selesai pukul 21.00,” ujar Takroni.

Untuk pasien meninggal saat Isoman terhitung sejak 10 Juli, perharinya 4 sampai 5 orang. “Pasien Isoman yang meninggal dunia perharjnya 4 sampai 5 orang. Antisipasi kita karena banyaknya jumlah pasien yang meninggal, kalau dulunya hanya ada 2 tim, saat ini kita menambah menjadi 4 tim. Sejak Maret 2020 hingga saat ini jumlah pasien meninggal sudah hampir 2000 orang,” ujar Takroni. (gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *