Connect with us

SEKITAR KITA

Bawa Psikolog dan Sembako, Tim Trauma Healing Malang Kunjungi Tiga Anak yang Jalani Isoman

Diterbitkan

||

KUNJUNGI: Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto SIK MSi dan Wali Kota Malang, Sutiaji memberikan semangat dan sembako kepada ketiga anak yang sedang jalani Isoman. (memontum.com/gie)

Memontum Kota Malang – Pasca Program Sama Ramah Satgas Malang Raya trauma healing korban Covid-19 diresmikan, tim pun kemudian berlanjut dengan mendatangi rumah tiga anak yang sedang menjalani Isolasi Mandiri (Isoman) di RT 05/RW 03, Perumahan Puskopad, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (21/07) tadi.

Mereka, menjalani Isoman tanpa pendampingan orang tua. Hal itu dikarenakan IKW (50), telah meninggal dunia karena terpapar Covid-19, sedangkan SB (52), ayahnya sedang menjalani perawatan di RSSA Kota Malang.

Baca juga:

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto SIK MSi, Dandim 0833, Letkol Arm Ferdian Primadhona dan Wali Kota Malang, Sutiaji, datang ke lokasi memberikan sembako dan semangat kepada ke tiga anak tersebut. Selain itu, tim psikolog juga memberikan pendampingan kepada mereka.

Bidan dari Puskesmas Kedungkandang, Indah Purwati, mengatakan bahwa selama ini pihak dari Puskesmas, RT dan RW selalu support ketiga anak tersebut. “Pihak Puskesmas, RT dan RW suport makanan setiap hari. Masa Isoman mereka sudah selesai pada 19 Juli, kemarin. Ayahnya masih dalam masa pemulihan,” ujar Indah.

Saat ini, untuk anak pertama dan ketiga belum mengetahui kalau ibunya sudah meninggal. “Adanya trauma healing ini akan sangat membantu sekali. Karena selama ini anak kesatu dan ketiga belum mengetahui kalau ibunya sudah meninggal. Kalau anak kedua sudah mengetahui ibunya meninggal. Nanti kita suport saja hingga ayahnya sembuh dan pulang ke rumah. Nanti ayahnya akan pelan-pelan memberitahukan kepada mereka tentang ibunya,” ujar Indah.

Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan bahwa tinjauan ini menjadi simbolis dari inovasi trauma healing. “Kita akan menguatkan dengan pendampingan itu,” ujar Sutiaji.

Sementara itu Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto SIK MSi, menegaskan bahwa penuntasan Covid-19 harus paralel. “Dari saat sebelum, sesaat dan setelah. Dimana mulai dari pencegahan, pembagian masker, vaksinasi massal dan bansos. Juga harus ada trauma healing ini disaat dan sesudah yang bersangkutan terpapar Covid-19,” ujar AKBP Budi.

Perlu diketahui bahwa tiga anak ini hanya bertiga saja menjalani isolasi mandiri di rumah. Ayahnya berada di rumah sakit dan ibunya meninggal karena positif Covid-19. Kejadian awal bermula pada Sabtu (03/07), SB merasakan gejala Covid-19. Kemudian, berinisiatif untuk melakukan tes swab dan hasilnya positif.

Pada Senin (05/07), dilakukan tracing pada SB, IKW dan tiga anaknya yang berinisial SA, KH dan MA. Kelimanya positif Covid-19. Tepatnya pada Minggu (11/07), IKW mendapatkan kamar di RSUD Kota Malang. Namun setelah tujuh hari dirawat, IKW meninggal dunia. (gie/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *