Connect with us

Pemerintahan

PPKM Darurat Diperpanjang Sampai 25 Juli, Pemkot Surabaya Akan Siapkan Paket Sembako

Diterbitkan

||

Memontum Surabaya – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) resmi memutuskan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Sampai 25 Juli yang berubah menjadi PPKM Level 4 melalui konferensi pers virtual di youtube Sekretariat Presiden, Selasa (20/07) malam. Namun, setelah itu akan dilakukan pembukaan secara bertahap jika Covid-19 turun.

Sementara, terkait perpanjangan PPKM Darurat Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan, bahwa Pemkot akan menyediakan paket sembako untuk meringankan beban warga Surabaya. Kapolres dan TNI/Polri juga sudah menyiapkan diri.

Baca Juga:

“Saya sudah sampaikan kepada pejabat semuanya ikut turun, cek warga yang sentra kuliner PKL, warkop, semuanya, harus dicek. kalau itu memang punya warga surabaya ya kita akan bantu sembako. Sehingga untuk menunggu satu minggu ke depan ini bisa turun. Kami bisa melakukan relaksasi tanggal 26,”kata Eri, Rabu (21/07).

Eri juga mengatakan, Presiden sudah menyampaikan secara humanis. Bagaimana bantuan ke masyarakat dilakukan dan Pemkot Surabaya akan menjalankan semuanya.

“Pak Presiden menyampaikan, kalau dalam waktu seminggu terjadi penurunan maka tgl 26 akan dilakukan relaksasi. Saya berharap betul kepada warga Surabaya, Ayo kurang seminggu ini kita berjibaku, saling melengkapi,” ujar Eri.

Selain itu, Surabaya termasuk wilayah resiko penyebaran Covid-19 yang berada di wilayah level 4 di Jawa Timur.

“Surabaya level 4 PPKM, itu Negara yg menentukan, bukan lagi Wali Kotanya,” ujar Eri

“Dengan intruksi Mendagri, tetap pukul 20.00, prokes. Karena itu saya minta tolong kepada warga Surabaya, ketika tidak makan di tempat itu untuk mengurangi penyebaran Covid-19, silahkan buka tapi prokesnya harus tetap dijaga,” imbuhnya.

Lajutnya, ia berharap warga Surabaya mengikuti aturan prokes. Jika mengalami sakit sedikit, flu, batuk, pilek langsung ke puskesmas untuk lakukan swab. Karena Covid buka aib tapi penyakit yg bisa disembuhkan.

“Kalau takut tidak mau diswab karena malu positif Covid, akhirnya surabaya nambah terus kasusnya, kapan ekonominya surabaya bergerak,”ucapnya.

Eri juga mengajak seluruh warga Surabaya dan elemen masyarakat semangat, agar seminggu ke depan kasus Covid-19 akan turun.

“Ayo bareng Surabaya. Kita punya semangat yang sama. Seminggu ke depan bisa relaksasi, tanggal 26 Juli nanti,” tegas Eri. (ade/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *