Connect with us

SEKITAR KITA

Pemkot Surabaya Lakukan Pengisian Tabung Oksigen melalui Mobilisasi

Diterbitkan

||

Memontum Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pengisian ulang tabung oksigen melalui mobile. Hal itu dilakukan, untuk memenuhi ketersediaan oksigen bagi warga yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat (PKM).

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, mengatakan pengisian oksigen mobilisasi tersebut dengan cara mengambil  dari stasiun dan mentransfernya ke beberapa tabung milik Rumah sakit dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat (PKM).

Baca Juga:

“Jadi di setiap rumah sakit itu ada tabung-tabung oksigen yang telah disiapkan,” kata Febri di kantornya, Kamis (22/07).

Kata dia,  nantinya  Transfer atau pengisian ulang oksigen tersebut, dilakukan di Hotel Asrama Haji (HAH), Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT), RSUD dr Soewandhie, RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) hingga PKM Medokan Ayu dan Simomulyo.

“Itu kira-kira kita melayani dengan 9 unit pick up on call. Sekitar 200 an tabung lebih, setiap harinya,” ungkapnya.

Sementara itu, data Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR) Kota Surabaya tercatat di tanggal 20 Juli, ada sebanyak 207 tabung oksigen ukuran besar atau 6 meter kubik (m3) yang dilakukan transfer pengisian. Sedangkan untuk ukuran kecil atau 1 meter kubik (m3), ada 45 tabung oksigen.

Lanjut Febri, untuk RSUD BDH, pengisian ulang tabung oksigen dilakukan dua kali jalan atau dua rit. Ini dikarenakan jumlah tabung oksigen yang dimiliki pemkot untuk mentransfer juga terbatas.

“Karena memang terbatas tabungnya. Misalkan, ambil 40 tabung nanti balik lagi untuk mengisi yang kosong lagi,” terangnya.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga menyediakan tabung oksigen di RSLT karena tingginya kebutuhan oksigen di sana. Apalagi saat ini RSLT tak hanya digunakan untuk merawat OTG dan gejala ringan, tapi juga pasien dengan saturasi oksigen di bawah 80 persen.

“Sama Pak Wali Kota juga diberikan satu alat lagi yang sifatnya personal. Artinya, satu orang dikasih alat yang namanya oksigen konsentrator,” ujar Febri.

Namun, Febri menyatakan alat tersebut rupanya memiliki daya yang terbilang tinggi.  Semakin banyak pasien di RSLT membutuhkan oksigen, sehingga pemakaian unit oksigen konsentrator juga semakin banyak.

“Dan itu diluar dugaan, ternyata kapasitasnya besar, sekitar 500 watt per satu unit (oksigen konsentrator). Ada sekitar 100-an alat. Insyaallah kemarin sudah ada perbaikan, mudah-mudahan sudah tidak ada lagi listrik mati,” ujar Febri. (ade/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *