Connect with us

Pemerintahan

Wali Kota Probolinggo Berikan Bantuan Stimulus untuk 336 Pedagang Pasar Tugu secara Simbolis

Diterbitkan

||

BANTUAN: Wali Kota Habib Hadi, saat memberikan bantuan secara simbolis. (memontum.com/opick)

Memontum Probolinggo – Bencana non alam Covid-19 yang terjadi secara nasional, sangat berdampak besar terhadap masyarakat. Khususnya, dampak itu dirasakan bagi pedagang atau pelaku usaha di Kota Probolinggo.

Merespon hal itu, Pemerintah Kota Probolinggo pun memberikan bantuan stimulus ekonomi kepada pelaku usaha, yang diperuntukkan pada pedagang Pasar Sabtu-Minggu (Tugu).

Baca juga:

Prosesi penyerahan bantuan itu, diberikan langsung oleh Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, secara simbolis di Kecamatan Kanigaran dan Kecamatan Mayangan, Jumat (23/07) tadi.

Bantuan stimulus senilai Rp 200 ribu itu, diberikan sebagai kepedulian Pemkot Probolinggo, kepada pedagang Pasar Tugu yang jumlahnya mencapai 336 orang.

Sebelumnya, mereka sudah terverifikasi berdasarkan catatan data dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Habib Hadi, mengatakan bahwa semoga dengan bantuan yang diberikan itu, dapat memberikan manfaat. Serta, bisa dan cukup membantu pedagang yang jelas terdampak dari pengaruh Covid-19.

“Bantuan stimulus ini adalah salah satu tindakan yang bisa Pemkot Probolinggo berikan kepada masyarakat. Khususnya, pedagang Pasar Tugu yang terdampak Covid 19, untuk mendapatkan bantuan. Saya minta, bantuan itu jangan dilihat nominalnya,” kata Wali Kota Probolinggo.

Di tempat yang sama, Kepala DKUPP Kota Probolinggo, Fitriawati, mengatakan kepada memontum.com bahwa Pemerintah Kota Probolinggo, akan terus memberikan bantuan stimulus secara bertahap hingga hari Selasa mendatang.

Ada pun jumlah penerima bantuan khususnya di Kecamatan Kanigaran, ada sebanyak 70 orang dan di Kecamatan Mayangan sebanyak 40 orang.

“Penyaluran bantuan stimulus ini kami berikan secara tunai dan bertahap. Dan juga diberikan non tunai melalui transfer ke rekening masing-masing penerima. Karena ini juga ada kerjasama dengan Bank Jatim, untuk pembukaan rekeningnya,” terang Fitriawati saat mendampingi Wali Kota bersama Sekda, drg Ninik Ira Wibawati dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Setiorini Sayekti.

Ditambahkan Fitri, bahwa selama Pasar Tugu ditutup dan anggaran tersedia, maka bantuan ini akan terus diberikan.

“Kurang lebih sekitar enam bulan, selama Pasar Tugu ditutup. Tetapi bila kondisi Covid ada penurunan di Kota Probolinggo, dan ada kebijakan dari Satgas Covid, dimana Pasar Tugu akan dibuka, maka bantuan ini akan kami hentikan,” tambahnya.

Perlu diketahui, bahwa Pasar Tugu sebagai tempat kegiatan usaha mikro kecil untuk memasarkan barang dagangannya, di kawasan sekitar Alun-alun Kota Probolinggo, setiap akhir pekan.

Semenjak masa pandemi Covid 19, Pasar Tugu terpaksa ditutup sementara untuk menghindari adanya kerumunan masyarakat, yang bisa dapat menjadi claster penularan Covid-19. (opk/sit/adv)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version