Connect with us

Lumajang

Peringatan Harlah Ke 23 PKB Lumajang Serukan Holopis Kuntul Baris

Diterbitkan

||

Memontum Lumajang – Harlah ke 23 PKB yang dirayakan dengan penuh kesederhanaan oleh DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Lumajang. Dimana dalam harlah kali ini diperingati ditengah situasi keprihatinan akan pandemi Covid -19 yang telah memporak-porandakan tidak hanya kesehatan masyarakat. Namun juga sendi-sendi ekonomi.

Ketua DPC PKB Kabupaten Lumajang, Anang Ahmad Saifuddin, sebelum acara pemotongan tumpeng menyampaikan bahwa pada kondisi pandemi saat ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyerukan agar masyarakat bergandengan tangan dengan menerapkan nilai-nilai persaudaraan kegotong royongan ‘Holopis Kuntul Baris’ saling membantu satu sama lain.

Baca Juga:

Anang menegaskan, pihaknya juga  sudah mengintruksikan kepada seluruh Anggota DPRD Fraksi PKB untuk melakukan aksi nyata membantu masyarakat yang salah satunya gerakan memborong barang dagangan para Pedagang kaki Lima (PKL) di sekitar masing-masing anggota.

Dalam acara tasyakuran Harlah PKB yang dilaksanakan dikantor DPC PKB Lumajang Jumat (23/07) itu juga akan membagikan 1.000 paket sembako untuk warga terdampak atau pasien Isoman Covid -19.

Kegiatan yang digelar secara sederhana itu, dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat, mulai dari memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan dan dengan menjaga jarak.

“Hari ini sepuluh kursi kita menjadi pemenang di pemilu 2019. Tentu banyak hikmah, banyak yang sudah kita lakukan untuk masyarakat sehingga masyarakat percaya untuk ber afiliasi dan menentukan pilihannya kepada PKB,” kata Anang dalam sambutannya.

Gus Anang, panggilan akrab Ketua DPC PKB yang saat ini menjabat Ketua DPRD kabupaten Lumajang itu menyampaikan, puji syukur karena PKB masih bisa berkhidmat ditengah-tengah pandemi seperti sekarang ini. “Tentu ini tidak lepas dari jasa-jasa  pendahulu-pendahulu kami dari para Masyayikh Nahdlatul Ulama yang telah membangun karakter bangsa ini seperti hari ini. Saya tidak bisa membayangkan masyarakat ditimpa pandemi seperti sekarang ini mulai diberlakukan PSBB sampai PPKM. Tapi masyarakat masih kondusif, saya yakin dan percaya ini adalah karakter bangsa yang dibangun dan dibentuk oleh pendahulu-pendahulu kami,” ungkapnya. (adi/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version