Connect with us

Jember

Pemkab Jember Pastikan bahwa Kebutuhan Pasien Isoman di Pusat Perawatan Gratis

Diterbitkan

||

Memontum Jember – Pemerintah Kabupaten Jember meninjau persiapan lokasi untuk warga yang akan menjalani isolasi mandiri (Isoman), Minggu (25/07) tadi. Rencananya, Pemkab akan memanfaatkan sebuah hotel, yang statusnya adalah aset milik Pemkab Jember yakni Hotel Kebon Agung, di Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang.

Usai meninjau dan melihat persiapan lokasi Isoman, Bupati Jember, Hendy Siswanto, bersama dengan Dandim 0824 Jember, Letkol La Ode M Nurdin dan Kapolres Jember, AKBP Arif Rachman Arifin, melakukan pertemuan dengan pimpinan OPD terkait dan BPBD Jember.

Baca Juga:

Menurut Bupati Hendy, pemusatan perawatan untuk Isoman dilakukan agar warga yang menjalani isolasi, dapat dengan mudah diawasi perkembangan kesehatannya. Selama ini, Pemkab Jember juga kesulitan memprediksi kecepatan penyebaran dan penularan virus Covid-19.

”Kembali antara Covid dengan ekonomi, ini beriringan. Masih banyak warga yang kerja hari ini untuk makan hari ini. Sementara mereka atau warga, kalau sakit panas itu tidak dirasa. Begitu juga, kalau mengalami sesak masuk ke dirinya. Padahal, untuk menuju sesak butuh 3-4 hari dan itu sudah menyebar kemana-mana. Proses inilah, yang berpotensi memunculkan penyebaran virus,” kata Bupati.

Agar mereka yang Isoman fokus penyembuhan, tambahnya, pemerintah menyediakan lokasi Isoman. Tidak hanya itu, pemerintah membiayai dan mensuplai kebutuhan keluarga, selama yang bersangkutan tinggal di pusat isolasi.

“Sekarang ini sistemnya Isolasi mandiri kita biayai semuanya. Keluarga yang ditinggal, kita beri sembako. Yang menjalani isolasi di sini, kita beri makan tiga kali. Biar tidak kemana-mana,” jelasnya.

Rencananya, Bupati Hendy menjelaskan, pusat perawatan Isoman yang dipersiapkan berkapasitas 120 orang. Selain di hotel, juga dibuka pusat Isoman lainnya di yaitu di Jember Sport Garden (JSG).

“Kapasitasnya 66 tapi dengan tenda bisa sampai 120 orang. Tapi di JSG kami persiapkan secara bertahap. Karena di sini saja membutuhkan 305 petugas,” jelasnya. Meski demikian, Bupati Hendy berharap, tidak ada seorang pun yang dirawat di kedua tempat tersebut. Karena dirinya tidak ingin ada warga yang terkonfirmasi Covid-19. (rio/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *