Connect with us

Pemerintahan

Terima Kunker Kabaharkam Polri, Wali Kota Sutiaji Paparkan Penerapan PPKM di Kota Malang

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Wali Kota Malang, Sutiaji, menerima kunjungan kerja (kunker) Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri, Komisaris Jenderal Polisi Drs Arief MSi, Selasa (27/07) tadi. Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Sutiaji memberi pemaparan konsep dan implementasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dalam penanganan Covid-19 di Kota Malang, untuk asistensi PPKM Level 4.

Disampaikan orang nomor satu di Pemerintah Kota Malang itu, saat awal pandemi Maret 2020, Kota Malang sudah mengusulkan pengendalian ketat dengan pertimbangan kasus masih rendah. “3T Tracing, Testing, dan Treatment lebih mudah dilakukan dan dampak ekonomi dikaji lebih rendah. Rasio tenaga kesehatan dan Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) masih mencukupi. Namun, usul tersebut tertunda persetujuannya,” kata Sutiaji.

Baca juga:

Oleh karena itu, pihaknya menerapkan lockdown lokal saat penanganan kasus Covid-19 di Kelurahan Mergosono dan Bunulrejo. Yang mana, berhasil tuntas dalam jangka waktu singkat dan berefek luar biasa.
“Sehingga, muncullah 100 Kampung Tangguh binaan TNI/Polri dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, yang saya rasa ketika itu dikuatkan mampu menjadi embrio substansi PPKM Mikro. Di mana, setidaknya ada enam ketangguhan di dalamnya. Yaitu ketangguhan pangan, kesehatan, informasi, psikologis, budaya, serta ketertiban dan keamanan,” terang Sutiaji.

Pada ketangguhan pangan, dijelaskan pemilik kursi N1 itu, terdapat urban farming di 57 kelurahan. Serta dapur umum dari warga untuk warga yang menjalani isolasi mandiri. “Kemudian ketangguhan kesehatan dengan penguatan Standart Operasional Prosedur (SOP) antisipasi Covid-19 dan pelatihan implementasinya hingga tingkat Rt/Rw. Kita juga telah mengaktifkan kembali pemakaman mandiri untuk mempercepat proses. Selain itu juga percepatan vaksinasi berbasis wilayah agar menguatkan peran RT/RW dalam pemetaan kelompok sasaran vaksinasi,” tambahnya.

Selain itu, juga penambahan bed Rumah Sakit (RS) rujukan, RS Darurat terus dilakukan demi penguatan ketangguhan kesehatan. Sentra ICU sebanyak 70 bed juga dirancang bertempat di RSUD Kota Malang. “Begitu pula dengan rekrutmen tenaga kesehatan. Meski agak kesulitan tapi kami telah berkoordinasi dengan univeritas di Kota Malang untuk mengutus mahasiswanya membantu kami,” jelas Sutiaji.

Untuk ketangguhan informasi, adanya kampanye masif penguatan media sosial, group WA pamong hingga Rt/Rw untuk mencegah hoax. Begitu pula dengan penguatan psikologis yang mengoptimalkan dan menyediakan kanal psikologis bersama perguruan tinggi. “Itu telah kami wujudkan dalam bentuk program Sama Ramah (Satgas Malang Trauma Healing) yang telah diresmikan beberapa hari lalu,” sambung Sutiaji.

Sedangkan ketangguhan budaya, dikatakan politisi Partai Demokrat itu, pihaknya melakukan berbagai jenis pendekatan karena masyarakat Kota Malang yang dinamis. “Karena kita perlu peran tokoh agama dan masyarakat dalam memberi literasi warga tentang Covid-19,” tegasnya.

Terakhir tentang ketangguhan ketertiban dan keamanan, dimana penguatan siskamling untuk mengantisipasi adanya tindak kejahatan selama pandemi. “Saat PPKM Darurat kami juga aktif menertibkan warga yang melanggar, bahkan ada sidang tindak pidana ringan (tipiring),” urainya.

Bantuan bagi warga terdampak ekonomi pun dikatakan Sutiaji juga terus digelontorkan melalui bantuan sosial (bansos) APBD Provinsi, APBD Kota, CSR, maupun dari pemerintah pusat. “Di Kota Malang ada 4 jenis Bansos, namun kami data dengan teliti agar tidak terjadi tumpang tindih. Supaya tidak double dan yang lain bisa berkesempatan dapat,” tutur Sutiaji.

Usai pemaparan, pihaknya bersama Kabaharkam Polri, Komisaris Jenderal Polisi Drs Arief MSi, Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto, beserta jajaran memberi sumbangan pada perwakilan warga di Lobby Balaikota. Kemudian melanjutkan mendampingi Kabaharkam Polri peninjauan ke Safe House Kawi dan posko PPKM Mikro Kelurahan Karang Besuki. (hms/mus/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *