Connect with us

Lumajang

Prosedur Pemasangan Tiang Telkom Terkesan Ngawur, Langsung Pasang Tiang di Atas Tanah Warga Lumajang

Diterbitkan

||

Memontum Lumajang – Pemasangan tiang diduga kuat milik Telkom di Dusun Dawuhan, Desa Mlawang, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, terkesan ngawur. Tiang yang peruntukannya untuk kabel itu, dipasang di atas milik warga dan tanpa permisi kepada pemilik tanah.

Seperti yang disampaikan sang pemilik lahan, Marsuka (55) warga setempat pada memontum.com. Dirinya mengaku, tidak mendapatkan pemberitahuan awal terkait bidang tanahnya yang digunakan untuk pemasangan tiang. Sebaliknya, tiang tersebut tiba-tiba sudah menancap di atas tanah.

Baca Juga:

“Dekremah, jek reng etanahen oreng. Semasang tiang jeriah, tadek permisi tadek apah pas langsung e pasang. (Bagaimana, lha wong itu ditanahnya orang. Yang memasang tiang itu, tidak ada permisi atau izin, tidak ada apa lha kok langsung dipasang,” ucapnya kesal dalam bahasa Madura, Rabu (28/07) tadi.

Kepala Unit Bisnis Telkom Lumajang, Ranah, saat dikonfirmasi terpisah dikantornya, terkait persoalan tersebut, tidak bisa memberikan keterangan. Hanya saja, dirinya membenarkan jika tiang disebut adalah miliknya (Telkom, red) dalam konteks aset telkom.

“Kalau untuk melayani media kami ada timnya sendiri nanti. Saya tidak berani ngomong, karena hal itu bukan wewenang saya. Kalau mau minta keterangan yang resmi, nanti saya teruskan ke pihak korporat komunication di Surabaya. Nanti pihak kami yang akan menghubungi. Betul itu memang tiang telkom,” ucapnya.

Sementara itu, dari bagian koordinir pemasangan tiang telkom saat dihubungi melalui sambungan telepon, menyatakan hal senada. Namun, ada instruksi untuk mencabut tiang tersebut.

“Saya disuruh menanyakan tanah tersebut miliknya siapa. Terus saat ini tiangnya diminta untuk dicabut dahulu. Itu perintah dari atasan,” ujarnya.

Saat ditanya bagaimana prosedur terkait pemasangan tiang Telkom, dijelaskan olehnya, bahwa dalam hal ini kami memiliki penafsiran. Jika di wilayah tempat pemasangan jalur Indihome yang mengharuskan ada tiang penyangga kabel, maka warga dianggap welcome, dan pemasangan diteruskan. Sementara dilain waktu ada komplain atau keberatan, maka tiang itu akan dicabut.

“Sekarang kalau Indihome mau pasang tiang kalau di komplek perumahan, kita izinnya pada pihak pengembang. Berhubung ini di kampung, kami berpikir jika penduduknya welcome semuanya untuk pasang tiang Indihome. Tetapi kalau memang keberatan, nanti kita cabut,” ucapnya.

Ditambahkan, pihaknya akan mencabut jika ada warga yang keberatan. “Memang seperti itu prosedur pemasangan tiang. Sekali lagi, kalau ada warga protes ya kita cabut. Mohon maaf,” katanya. Pantauan memontum.com di lokasi lahan tempat tiang Telkom dipasang, keberadaan tiang yang awalnya sudah berdiri, kini sudah dicabut pasca mendapatkan protes dari warga. (adi/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version