Connect with us

SEKITAR KITA

Begini menurut Epidemiolog UNAIR, Cara Dapat Vitamin dan Obat-Obatan bagi Isoman

Diterbitkan

||

Memontum Surabaya – Masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 disertai dengan gejala ringan atau tanpa gejala, biasanya mereka melakukan Isolasi Mandiri (Isoman). Namun, mereka tetap membutuhkan berbagai vitamin atau obat-obatan guna menjaga kondisi kesehatan mereka.

Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR), Laura Navika Yamani, mengatakan terdapat beberapa cara agar masyarakat mendapat vitamin maupun obat-obatan selama Isoman.

Baca Juga:

Laura mengatakan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) telah menyediakan layanan konsultasi dan paket obat gratis bagi masyarakat terkonfirmasi positif Covid-19 yang menjalani isoman.

Selain itu, Kemenkes menjalin kerja sama dengan 11 platform telemedicine dan apotek Kimia Farma.

Diantaranya, Halodoc, YesDok, Alodokter, Klik Dokter, SehatQ, Good Doctor, Klinikgo, Link Sehat, Milvik, Prosehat, dan Getwell.

Selain itu, Kemenkes juga menjalin kerja sama dengan jasa pengiriman SiCepat untuk mengambil paket vitamin dan obat-obatan dari apotek Kimia Farma. Nantinya, paket vitamin dan obat-obatan tersebut akan dikirim ke alamat pasien sesuai data yang dimasukkan ke dalam website.

“Jadi masyarakat dapat memanfaatkan program dari Kemenkes dimana hanya perlu mengunjungi link https://isoman.kemkes.go.id dan memberikan data terkait kondisinya, apakah tergolong tanpa gejala atau bergejala ringan,” jelasnya pada Sabtu  (31/07).

Ia mengungkapkan bahwa bantuan obat-obatan dan vitamin terbagi menjadi dua paket yang berbeda.

Untuk pasien tanpa gejala mendapatkan paket yang berisi berbagai macam vitamin seperti vitamin C, vitamin D, vitamin E, dan Zinc.

Sedangkan pasien dengan gejala ringan akan mendapatkan paket vitamin ditambah obat-obatan seperti Azitromisin, Oseltamivir, dan Parasetamol.

“Masyarakat juga perlu mengetahui bahwa obat-obatan tersebut bukan obat spesifik untuk Covid-19 atau antivirus SARS-CoV-2, melainkan untuk membantu meredakan gejala yang muncul karena terpapar Covid-19 dimana sifatnya adalah terapi suportif,” jelasnya.

Selain program gratis dari Kemenkes, bagi penderita Covid-19 bisa melapor kepada pihak puskesmas.

“Kalau program dari Kemenkes memang memanfaatkan teknologi. Jika terdapat masyarakat yang tidak terbiasa menggunakan gadget maka bisa menghubungi puskesmas terdekat,” ucap Laura.

Menurutnya, ada beberapa lingkup rukun tetangga (Rt) maupun rukun warga (Rw) juga dapat diberikan pasokan vitamin dan obat-obatan untuk meringankan beban kerja puskesmas.

Sehingga, selain memberikan bantuan makanan, pihak Rt dan Rw juga memberikan support berupa vitamin kepada warganya yang melakukan Isoman.

Selain dua hal di atas, lanjut Laura menjelaskan bahwa sudah banyak lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang memberikan donasi gratis kepada masyarakat yang menjalani Isoman.

“Bila memang ada bantuan seperti itu masyarakat juga dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan,” tuturnya.

Sementara itu, banyak rumah sakit atau klinik yang juga menawarkan layanan telemedicine. Namun, masyarakat perlu mengeluarkan biaya karena layanan tersebut adalah layanan berbayar.

“Untuk saat ini seharusnya pergerakan sudah pada level komunitas bukan level individu. Jika ada yang terlihat bergejala tetapi masih beraktivitas di luar rumah maka masyarakat harus bisa mengedukasi agar orang tersebut mau melakukan pemeriksaan dan Isoman,” terangnya.

Laura berharap masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 mau melaporkan kasusnya agar rantai penularan dapat dihentikan. Dia juga mengingatkan bahwa Covid-19 bukan penyakit aib yang harus disembunyikan. (ade/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *