Connect with us

Hukum & Kriminal

Polres Jember Bekuk Pelaku Penyebar Wafer Bersilet ke Anak-anak

Diterbitkan

||

Memontum Jember – Tidak butuh waktu lama bagi polisi untuk mengungkap dan menangkap pelaku penyebaran wafer berisi bahan berbahaya. Tim gabungan Polres Jember bersama Polsek Patrang berhasil menangkap terduga pelaku teror penyebaran wafer yang berisi silet dan isi staples kepada anak-anak di wilayah Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.

Sosok pria misterius yang memberikan wafer kepada anak-anak itu diketahui bernama AGH (43) warga Kelurahan Kreongan, Patrang Jember diamankan Satreskrim Polres Jember pada Selasa (03/08) saat pelaku sedang makan siang di salah satu warung yang ada di depan Rumah Sakit (RS) dr Soebandi Jember.

Baca Juga:

“Terduga pelaku kami amankan bersama tim gabungan dari Polsek Patrang, tertangkapnya pelaku memang sudah kami curigai, sehingga kami amankan,” ujar Kasat reskrim Polres Jember AKO. Komang Yogi Arya Wiguna, Selasa (03/08).

Sedangkan mengenai motif pelaku membuat teror membagikan wafer berisi benda tajam, Kasatreskrim mengatakan bahwa dari pengakuan sementara untuk tolak balak.

“Pengakuan sementara, motif dari pelaku untuk tolak balak, pelaku sendiri juga mengaku jika dirinya sering mendapat kiriman serupa dari orang tidak dikenal, sehingga pelaku berbuat demikian agar dirinya tidak mengalami hal yang sial,” ujar Kasatreskrim.

Sudah berapa kali pelaku menjalankan aksinya? Menurut Kasatreskrim dari pengakuan sementara pelaku sudah menjalankan aksinya sebanyak 10 kali.

“Pengakuannya pelaku sudah sepuluh kali melakukan hal ini (menyebar snack dengan memberi benda tajam berupa potongan silet di dalam wafernya), namun kami masih melakukan pengembangan, apalagi pelaku mengaku jika saat beraksi sendirian tanpa ada yang membantu,” bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, di Kelurahan Jember Lor Kecamatan Patrang, pada Jumat lalu dihebohkan dengan adanya teror wader berisi silet dan isi staples yang diberikan ke anak anak yang sedang bermain. Tak ayal peristiwa ini membuat orang tua resah dan heboh, sebab selain seperti bentuk teror, hal ini juga membahayakan bagi anak-anak mereka. (rio/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *