Connect with us

Pemerintahan

Pendistribusian Bansos Sempat Timbulkan Kerumunan, Ini Tanggapan Wali Kota Sutiaji

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sudah menggelontorkan bantuan sosial (bansos) bagi para warganya.

Namun, saat pendistribusian bansos berlangsung, hal itu justru menimbulkan kerumunan massa, seperti yang terjadi di Kecamatan Lowokwaru beberapa waktu lalu. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji, angkat bicara.

Baca juga:

“Sebetulnya, kami sudah menata sedemikian rupa dan semaksimal mungkin agar tidak terjadi kerumunan,” ungkapnya, Jumat (06/08) tadi.

Namun, lanjut Sutiaji, karena tingginya antusiasme dari masyarakat, maka kerumunan saat pembagian bansos terjadi. “Apalagi di masa sekarang, masyarakat juga sangat membutuhkan Bansos,” sambungnya.

Metode pembagian jam dan nomor antrian pun, dijelaskan pemilik kursi N1 itu, juga telah diterapkan. “Sudah kita atur itu jam sekian sampai sekian nomor antrian berapa. Tapi ya warga itu dijadwalkan jam 10.00, tapi jam 08.00 sudah datang,” kata Sutiaji.

Meski begitu, dirinya menjelaskan bahwa warga tetap memakai masker saat mengambil bansos. “Insyaallah, mereka maskernya tetap pakai,” paparnya.

Seperti yang diketahui, di Kota Malang tercatat sebanyak 52.228 warga penerima Bansos, dari APBD Kota dan juga dari Kementerian Sosial (Kemensos) dari pusat. Rinciannya, warga Kota Malang yang mendapat bantuan dari Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos sebanyak 14.644 KPM (Keluarga Penerima Manfaat).
Sementara penerima bansos dari APBD Kota Malang, sebanyak 37.584 warga.

Dimana dari APBD, sebanyak 22.861 penerima, ditambah 12.223 warga dari pendataan anggota DPRD Kota Malang, dan 2.500 Pedagang Kaki Lima (PKL) yang juga menerima. Terbaru, Pemkot Malang juga telah menerima Bansos berupa beras dari Kemensos sebanyak 3.000 paket beras. (mus/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *