Connect with us

Pendidikan

Wali Kota Surabaya Bentuk Satgas Covid-19 Tangguh Sekolah

Diterbitkan

||

Memontum Surabaya – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan digelar pekan depan, Senin (06/09). Nantinya masing-masing sekolah di Surabaya akan diawasi oleh satgas Covid-19 Tangguh Sekolah.

Nantinya di masing- masing sekolah ada Satgas Tangguh Sekolah. Itu salah satu cara agar kita selalu sehat, untuk itu masing-masing sekolah harus ada petugas yang menjaga prokes,” kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, setelah pengukuhan satgas Covid-19 tangguh sekolah di Balai Kota, Jumat (3/9).

Baca Juga:

Eri juga menghimbau untuk yang dewasa bisa memberi contoh kepada anak kecil tingkat SD dan SMP untuk tetap mematuhi prokes.

“Warga yang lebih dewasa harus mencontoh murid yang mungkin bisa boisa menjaga lingkungannya,” terangnya.

Lanjut Eri menjelaskan, tugas dari satgas Covid-19 tangguh sekolah adalah mengawasi setiap murid yang masuk ruangan wajib memakai masker dan mencuci tangan.

“Jadi mereka kasih contoh bahwa kalau ingin PTM terus, ayo dijaga dari penyebaran Covid-19 di masing-masing sekolah. Ini ikhtiar dari kita yg membangkitkan di hati anak-anak bagaimana menjaga lingkungan, diri dan sekitarnya” ujarnya.

Selain itu,  Eri telah mengukuhkan 457 Tim Siswa Satgas Sekolah. Mereka merupakan peserta didik dari berbagai SD dan SMP negeri swasta se-Surabaya dengan jumlah siswa yang tergabung mencapai 5.425 anak.

Eri berharap dengan adanya semangat dari Tim Siswa Satgas Sekolah, maka orang tua yang masih merasa sekolahnya belum aman akan mengizinkan anak-anaknya mengikuti PTM.

“Insyaallah saya yakin anak-anakku Satgas Siswa Sekolah Tangguh, dikemudian hari akan menjadi pemimpin-pemimpin yang hebat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Supomo , menyampaikan bahwa Tim Siswa Satgas Covid-19 ini dibentuk dalam rangka persiapan pelaksanaan PTM yang rencananya akan dimulai pada Senin, 6 September 2021.

“Tim Satgas siswa ini merupakan siswa-siswa kader UKS pilihan yang telah mendapatkan pelatihan dari para pakar agar mereka memiliki pengetahuan dan wawasan tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19,” kata Supomo.

Lanjut Supomo menjelaskan, bahwa mereka akan bertugas untuk berperan aktif membantu guru Satgas Covid-19 Sekolah melakukan pengawasan dan menjaga kedisiplinan teman-temannya dalam menerapkan protokol kesehatan di sekolah.

“Selain itu, tim ini nanti diharapkan mampu menjadi penggerak dan panutan dalam melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat bagi teman-temannya,” ujarnya.

Satu di antara orang tua siswa yang juga puntrinya menjadi satgas Covid-19. Wiwin Puspitasari (40), ia mengaku bersyukur PTM di Surabaya segera bisa dibuka. Sebab, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama ini dinilainya kurang efektif.

“Kalau di rumah belajarnya kurang efektif. Benar kayak gurunya sudah melalui zoom, pesan suara, video, itu sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi terkadang penangkapan ke anak-anak kan beda-beda,” kata Wiwin.

Sebab itu ibunda dari Mutiara Aqila Anjani, pelajar SDN Sambikerep II Surabaya ini mengizinkan putrinya mengikuti PTM di  sekolah.

Menurutnya meski PTM berjalan dua atau tiga kali dalam seminggu, paling tidak ada tatap muka bersama dengan gurunya.  “Meski begitu tiap hari prokesnya juga harus ketat. Suami juga sudah mengizinkan, dan dari anaknya sendiri juga ingin masuk sekolah,” terangnya.  (ade/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *