Connect with us

SEKITAR KITA

PPKM Diperpanjang, Desa Wisata Jeruk Solorejo Malang Sepi Pengunjung

Diterbitkan

||

Memontum Malang – Dampak perpanjangan PPKM di Jawa Bali, membuat penjual dan para petani jeruk di Desa Wisata Solorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, mengalami penurunan penjualan. Itu karena, wisata ini menjadi sepi pengunjung. Akibatnya, tidak sedikit untuk sementara ini beberapa pedagang jeruk, memilih menutup usahanya.

Kawasan Desa Wisata Jeruk Solorejo, yang biasanya selalu dipenuhi pengunjung dari berbagai daerah, benar-benar berbeda selama pandemi Covid-19.

Baca juga:

“Biasanya selalu ramai pengunjung, mas. Namun, sejak Covid ini pendapatan terus menurun. Tapi ya, kita sebagai penjual di sini harus bersabar saja. Biar cepat selesai Covid-nya dan normal seperti awal lagi,” ucap salah satu penjual jeruk di kawasan Desa Wisata Solorejo, Gini.

Dirinya juga berharap, pandemi ini segera selesai agar kegiatan warga normal kembali normal dan usaha mereka kembali lancar. “Harapan saya, ya semoga pandemi ini cepat selesai. Tidak ada lagi PPKM, biar kita semua sama-sama enak. Pedagangnya juga bisa enak kalau pembelinya ramai,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Solihin, salah satu petani yang menyampaikan keluhan yang sama. Bahwa akhir-akhir ini, aktivitas di desa wisata belum normal secara keseluruha. Sehingga, membatasi para pengunjung atau wisatawan yang masuk ke Desa Wisata Jeruk Solorejo.

“Ya beginilah, mas. Kita juga harus taat peraturan pemerintah. Ini juga masih PPKM, jadi wajar kalau belum terlalu ramai pengunjung. Biasanya, pengunjung di sini ramai. Apalagi, kalau musim panen. Ya semoga saja cepat selesai,” katanya. (mg1/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *