Connect with us

Lumajang

KPI Minta Polisi Tegas Usut Penambangan Lumajang, Jangan Sampai Terkesan Masyarakat Menambang Diberantas sedangkan Pejabat Bebas

Diterbitkan

||

Memontum Lumajang – Ketua Kongres Pemuda Indonesia (KPI) Kabupaten Lumajang, Indra Hosy SH. MH, mengaku pihaknya mengapresiasi kinerja aparat kepolisian yang telah melakukan razia terhadap penambangan pasir diduga ilegal di Padang Savana Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh-Lumajang. Dirinya berharap, langkah tegas dan komprehensif dari aparat kepolisian Polres Lumajang, tidak berhenti sampai di sana atau mengamankan kendaraan. Namun, kepolisian harus tegas dan mampu mengungkap dugaan kasus penambangan ilegal yang dikabarkan melibatkan oknum DPRD Kabupaten Lumajang.

“Kasus penambangan ilegal di Padang Savana Tempeh ini, harus betul-betul ditindaklanjuti dengan mengungkap siapa sebenarnya dalang di balik penambangan tersebut. Apalagi, santer kabar ada oknum DPRD, yang diduga terlibat,” ungkapnya saat hubungi via sambungan telepon, Sabtu (11/09) tadi.

Baca Juga:

Ditambahkannya, aparat penegak hukum harus tegas dalam memberantas praktik mafia penambangan ilegal. “Bila mana memang ada pejabat yang terlibat, maka harus ditindak tegas. Agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, semakin baik. Keseriusan aparat penegak hukum di wilayah Kabupaten Lumajang, sangat dibutuhkan,” terangnya.

Disisi lain, Hosy menambahkan, kasus pertambangan pasir di Lumajang, rawan memunculkan konflik. Sehingga, dikhawatirkan bila tidak segera diselesaikan, maka akan melebar kemana-mana. Sehingga, akan menimbulkan keresahan sosial di masyarakat.

“Negara harus hadir dan memberikan perhatian terhadap kasus ini. Jangan sampai ada penilaian, masyarakat menambang secara ilegal diberantas, sementara oknum pejabat seolah bebas. Jangan sampai, hukum terkesan tumpul ke atas dan hanya tajam ke bawah,” tegasnya. Sebagaimana diberitakan, dalam razia atau patroli di penambangan yang diduga ilegal di Padang Savana, Polsek Tempeh berhasil mengamankan empat unit truk. Kendaraan tersebut, diduga hendak mengambil hasil penambangan. Sehingga, saat diamankan dalam kondisi kosong dan sesaat kemudian muncul selentingan kabar bahwa aktifitas itu mengarah ke nama atau diduga oknum anggota DPRD. (adi/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *