Connect with us

Lamongan

Dinas P3AK Lamongan sebut Sebanyak 155 Anak Sandang Status Yatim Piatu Akibat Covid-19

Diterbitkan

||

Memontum Lamongan – Sebanyak 155 anak di Kabupaten Lamongan, menyandang status sebagai yatim piatu. Hal itu diketahui, setelah Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (P3AK) Kabupaten Lamongan, menyelesaikan tugasnya mendata anak yatim dan piatu yang ditinggal meninggal orang tuanya karena terdampak Covid-19.

“Sebelumnya, pemerintah ingin memberikan bantuan terhadap anak yatim piatu, yang ditinggal meninggal orang tuanya karena terpapar Covid -19. Bantuan tersebut, salah satunya untuk kelancaran dalam pendidikan. Sehingga, diperlukan untuk melakukan pendataan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) PUG dan PP Dinas P3AK Lamongan, Ritta Hilalliyah, Sabtu (11/09) tadi.

Baca Juga:

Tidak hanya itu, Ritta-sapaan akrabnya, menjelaskan untuk mempercepat pendataan, pihaknya sudah bekerjasama dengan 27 camat dan 462 Desa. Namun, sebelum meluncurkan surat kepada camat, terlebih dahulu pihaknya meminta data jumlah orang yang meninggal karena Covid-19 per tanggal 01 Januari 2021 hingga 30 Juli 2021 ke Dinas Kesehatan (Dinkes) dan pada data tersebut terdapat 206 orang yang telah terdeteksi meninggal karena terpapar Covid-19.

“Selanjutnya, kami mengelompokkan semua data tersebut perkecamatan serta meluncurkan surat ke setiap Camat setelahnya Camat memberikan data ke Desa-Desa untuk melakukan pencarian orang yang meninggal tersebut memiliki anak di bawah usia 18 tahun atau tidak,” tambahnya.

Selain itu, Ritta mengakui, jika saat melakukan pendataan, pihaknya sempat mendapatkan sedikit kendala. Diantaranya, ketidak-singkronan nama yang dari kecamatan dengan nama yang ada di Dinkes sehingga mengharuskan bulak balik ke kecamatan, dan dalam data yang sudah masuk rata-rata usia mereka di bawah 10 tahun. “Alhamdulillah, kini sudah selesai semua dan terkumpul sebanyak 155 anak yatim dan piatu. Semoga, mereka tetap bisa melanjutkan sekolah dan terjamin masa depannya. Jangan sampai, karena hal ini menjadikan mereka putus sekolah,” harapnya. (zud/zen/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version