Connect with us

SEKITAR KITA

Satgas Covid-19 Cek Kesiapan 19 Bioskop di Surabaya

Diterbitkan

||

Memontum Surabaya – Tim Satgas Covid-19 dari jajaran BPB Linmas Surabaya, melakulan pengecekan kesiapan Prokes ketat di bioskop di Surabaya. Kepala BPB Linmas Kota Surabaya, Irvan Widyanto, mengatakan bahwa sejak awal Wali Kota Surabaya sudah memastikan akan selalu inline dengan aturan pemerintah pusat.

“Makanya, sekarang ini kita lakukan pengecekan lagi terkait hasil asesmen yang sudah pernah kita lakukan sebelumnya. Termasuk, kita lihat pola-pola dan tahapan-tahapannya,” kata Irvan, Selasa, (14/09) tadi.

Baca juga:

Salah satunya, tambah Irvan, adalah mereka memiliki aplikasi PeduliLindungi. Karena nantinya, pengunjung yang boleh masuk bioskop hanya yang sudah menerima vaksin dosis kedua. Kalau belum, maka tidak dibolehkan masuk.

Lebih lanjut dirinya menerangkan, yang dicek oleh Tim Satgas Covid-19, ini adalah sirkulasi udaranya di dalam gedung bioskop. Sejauh mana kesiapan mereka, ketika ada pengunjung di dalam ruangan. Bahkan, Pemkot juga telah merekomendasikan alat Hepa Filter di dalam ruangan bioskop.

“Kami juga minta agar Satgas Mandiri diaktifkan kembali. Tidak boleh makan di dalam bioskop dan sebagainya. Sehingga, kalau mau makan silahkan keluar dan setelah habis boleh masuk lagi,” tegasnya.

Lebih lanjut Irvan juga menjelaskan, bahwa yang dilakukan pengecekan hari ini, sebanyak 19 bioskop di berbagai titik di Surabaya. Kali ini, yang dilakukan hanya pengecekan akhir tentang kesiapan pengelola bioskop dalam menerapkan prokes yang ketat.

“Jadi, ketika mereka dinyatakan bisa beroperasi ya silahkan beroperasi, tidak perlu surat-surat lagi,” ujarnya.
Irvan juga menyebut, berdasarkan hasil pengecekan hari ini, secara overall sudah menunjukkan kesiapannya untuk pembukaan bioskop. “Rata-rata hasilnya bagus, sehingga nanti kita persilahkan untuk beroperasi,” ucapnya.

Namun, Irvan menegaskan, satgas Covid-19 Surabaya akan melakukan pengawasan terhadap pembukaan bioskop. Ketika sudah sesuai dengan apa yang digariskan di Inmendagri, maka akan bisa diberhentikan.

Termasuk, jika tidak sesuai dengan asesmen yang direkomendasikan oleh Satgas Covid-19. Maka, itu juga bisa diberhentikan.
“Jadi, kita akan terus awasi ketat, karena jangan sampai ini menjadi kluster,” ujarnya.

Irvan mengimbau, kepada pengelola bioskop untuk selalu melakukan pengawasan kepada perilaku pengunjung yang ada di dalam bioskop. Termasuk, untuk terus memperketat tata cara yang sudah dikembangkan, yaitu scan barcode melalui aplikasi PeduliLindungi.

“Ketika mereka tidak bisa masuk ya jangan masuk, jangan lantas diberi cara lain supaya bisa masuk, jangan begitu,” tegasnya.

Sementara itu, Area Manager XXI Surabaya, Yoyok Santoso, ketika mendampingi tim Satgas Covid-19 mengecek di XXI Grand City memastikan bahwa para prinsipnya bioskopnya selalu siap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Yoyok juga memastikan, bahwa sudah menyiapkan berbagai alat yang dipersyaratkan sesuai Inmendagri, yaitu barcode. “Jadi, kita sudah siap menjalankan prokes ketat kalau sudah diperboleh buka. Kami juga sudah memasang HEPA Filter sesuai dengan rekomendasi Satgas Covid-19 Surabaya. Jadi, semuanya sudah siap,” jelasnya. (ade/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *