Connect with us

Berita Nasional

Pemerintah dan DPR Sepakati Postur Sementara APBN 2022

Diterbitkan

||


Memontum Jakarta – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah, membacakan postur sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2022, pada Rapat Kerja Banggar DPR dengan Pemerintah, Selasa (14/09) tadi.

Melalui serangkaian pembahasan dan hasil pertimbangan, beberapa komponen mengalami perubahan angka jika disandingkan dengan Rancangan APBN yang dibacakan oleh Presiden pada Rapat Paripurna 16 Agustus 2021 lalu Asumsi dasar ekonomi makro APBN 2022, berdasarkan pada hasil panja, menyepakati pertumbuhan ekonomi 5,2 persen year-on-year (yoy), inflasi 3 persen (yoy).

Baca juga:

Sementara nilai tukar rupiah Rp 14.350 per US$, suku bunga SBN 10 tahun 6,8 persen, harga minyak mentah Indonesia 63 US$ per barel, lifting minyak 703 ribu barel per hari, dan lifting gas 1.036 ribu barel setara minyak per hari.

Sedangkan untuk target pembangunan pada tahun 2022, disepakati sebagai berikut. Tingkat kemiskinan 8,5-9,0, tingkat pengangguran 5,5-6,3, gini ratio 0,376-0,378, indeks pembangunan manusia 73,41-73,46, nilai tukar petani 103-105, dan nilai tukar nelayan 104-106.

Target pendapatan negara dalam postur sementara APBN 2022 sebesar Rp1.846,1 triliun. Target ini, meningkat Rp5,5 triliun dari RAPBN.“Pemanfaatan untuk tambahannya, belanja negara Rp 5,5 triliun untuk tambahan belanja pendidikan mandatory Rp 1,1 triliun dan tambahan belanja non pendidikan Rp 4,4 triliun diantaranya masuk di dalamnya ESDM, perindustrian, kesehatan, kemudian TIK dan lain-lain,” terang Said.

Untuk itu, tambahnya, dalam postur sementara APBN 2022 telah disepakati, pendapatan negara Rp 1.846,1 yang terdiri atas penerimaan perpajakan Rp 1.510 triliun dari penerimaan pajak Rp 1.265 triliun dan penerimaan kepabeanan dan cukai Rp 245 triliun, serta penerimaan negara bukan pajak Rp 335,6 triliun. Belanja negara Rp 2.714,2 triliun terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp 1.943,7 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa Rp 770,4 triliun.Dengan demikian, defisit anggaran Rp 868 triliun atau 4,85 persen terhadap PDB dan keseimbangan primer Rp 462,2 triliun. “Itulah yang saya bacakan hasil kesepakatan panja A yang menjadi postur sementara APBN Tahun 2022,” ujar Said. (hms/keu/aye/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *