Connect with us

Hukum & Kriminal

Terlibat Penyalahgunaan Pengadaan Buku Tahun 2010, Tiga Pejabat Jember di Tahan di Lapas Kelas II A Jember

Diterbitkan

||

TAHAN: Ketiga pejabat Jember yang dilimpahkan ke Lapas Kelas II A Jember.

Memontum Jember – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember mengeksekusi dan membawa 3 orang terpidana kasus korupsi atau penyalahgunaan pengadaan buku tahun 2010, untuk menjalani masa hukuman. Ketiganya, kini harus menjalani atau langsung dilimpahkan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember, untuk dilakukan penahanan.

Plt Kepala Lapas Kelas II A Jember, Sarwito, saat dikonfirmasi membenarkan mengenai pelimpahan ketiga orang tersebut. Ketiganya, sebelumnya menjadi tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, karena kasus pencurian uang rakyat ditahun 2010 silam.

Baca Juga:

“Saat ini, ketiga orang tersebut menjalani proses administrasi dan harus melewati beberapa tahapan Prokes, sebelum dimasukkan ke dalam sel,” ungkapnya, Kamis (16/09) tadi.

Ketiganya, tambah Sarwito, dieksekusi berdasarkan amar putusan kasasi Mahkamah Agung (MA). Ketiga pejabat tersebut, terbukti bersalah dalam kasus penyalahgunaan anggaran buku di Dinas Pendidikan tahun 2010.

Ke tiga terpidana tersebut, tambahnya, adalah Bagus Wantoro (Kasi Pengembangan di Dinas Pemuda dan Olahraga), Malai Sondi (Staf Sub Bagian Perencanaan di Dinas Pendidikan) dan Sugeng B Resobowo (Sekertaris Kelurahan Jember Kidul). Mereka adalah pegawai negeri sipil yang masih menjabat di Pemkab Jember.

Di dalam amar putusan MA tersebut, ketiganya disebutkan telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 6,1 milyar dalam pengadaan buku, alat olahraga dan kesenian. Serta, untuk SD dan SDLB maupun SMP senilai Rp 57,2 milyar.

Ketiga pejabat tersebut, ujarnya, oleh MA kemudian diganjar vonis dengan hukuman yang sama. Masing-masing harus menjalani hukuman penjara selama 5 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Sebelumnya, ketiga orang itu telah menyeret Mantan Kepala Dinas Pendidikan saat itu, Achmad Sudiyono. Oleh MA, yang bersangkutan dijatuhi hukuman 4 tahun penjara. Namun, yang bersangkutan saat ini sudah bebas. (rio/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *