Connect with us

Kota Malang

Mulai Diguyur Hujan, Ini Titik Rawan Banjir Kota Malang

Diterbitkan

||

Memontum Kota MalangKota Malang akhir-akhir ini sering diguyur hujan hampir setiap hari. Warga Kota Malang nampaknya perlu waspada terlebih yang tinggal di area rawan banjir. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pun terus berupaya mengantisipasi banjir yang menghantui beberapa wilayah langganan.

“Saat ini sudah mulai musim hujan. Untuk mengantisipasi kejadian banjir ya kita akan terus kerja,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji, Jumat (17/09).

Baca Juga:

Ia menegaskan, untuk penanganan dan antisipasi banjir tidak bisa hanya bekerja secara tentatif.

“Kerja kita tidak tentatif tapi reguler,” tegas orang nomor satu di Kota Malang itu.

Terlebih peran Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS) sangat dibutuhkan.

“Yang namanya GASS itu terus dilakukan dan terus berjalan,” ujar Sutiaji.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi, menjelaskan bahwa ada 10 titik rawan banjir baru.

“Titik rawan banjir sewaktu lelang kinerja ada 26 di tahun 2020. Insyaallah sudah tuntas. Saat ini muncul 10 titik baru yang akan kita selesaikan di tahun 2021,” terangnya.

Kesepuluh titik tersebut antara lain di Jalan Danau Kerinci, Jalan Mayjen Sungkono Gang 6, Jalan KH Malik Dalam, Jalan Pekalongan Dalam, Kelurahan Bareng Rw 7 dan Rw 8, Pasar Besi, area Pasar Gadang, Jalan Kedawung, Jalan Akordion, serta Jalan Taman Siswa.

“Dari 10 titik itu sebagian sudah dikerjakan, ada 6 titik kalau tidak salah,” sambung Diah.

Meski begitu pihaknya menegaskan tidak ada jaminan Kota Malang bebas banjir atau genangan saat musim hujan.

“Selama warga masih buang sampah sembarangan, terutama di badan air, ya tidak ada jaminan bebas genangan dan banjir. Perlu ada kesadaran juga di masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, kepedulian masyarakat terhadap wilayah sekitarnya penting, mengingat di sejumlah titik banjir beberapa waktu lalu penyelesaiannya cukup sulit.

“Seperti dulu di daerah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebabkan banjir sampai Jalan Kedawung, itu penanganan harus khusus. Karena tidak bisa satu titik saja dan wajib tersistem. Selain itu rencana pembangunan drainase sepanjang Jalan Seokarno Hatta juga batal dilakukan. Tidak ada anggarannya di Pemerintah Provinsi,” urainya.

Sehingga, sejalan dengan apa yang disampaikan Wali Kota Sutiaji, untuk saat ini antisipasi yang bisa dilakukan adalah terus bekerja dan mengandalkan GASS.

“Selain menyelesaikan titik-titik rawan banjir, sementara teman-teman satgas kan selalu keliling. Ya saat ini andalannya teman-teman satgas,” tambahnya.

Ditanya mengenai prediksi titik tambahan, wanita yang juga menjabat sebagai Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Malang tersebut menjawab sambil tertawa. “Prediksi tidak ada , setiap hari berdoa jangan sampai nambah,” tutup Diah. (mus/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version