Connect with us

SEKITAR KITA

Kampung Budaya Polowijen Malang Tetap Menggeliat meski Tak Ada Wisatawan

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Kondisi pandemi Covid-19 yang begitu panjang, nyatanya tidak serta-merta membuat Kampung Budaya Polowijen (KBP) mandeg berkreasi. Meski tak ada pengunjung, terlebih di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pegiat KBP tetap berkreasi dan mengembangkan kesenian.

Penggagas KBP, Isa Wahyudi, menjelaskan walau belum bisa dibuka untuk tempat wisata kembali, pihaknya tetap beraktivitas. “Kami tetap berkegiatan seperti biasa. Ada yang membatik, belajar dalang, belajar menari, dan membuat kerajinan dolanan,” ungkapnya, Sabtu (18/09/2021).

Tidak hanya itu, bahkan pihaknya juga memanfaatkan sosial media untuk tetap berkreasi. “Saat ini kami juga membuat konten-konten budaya dengan memanfaatkan dunia maya. Ini mendukung usaha kami untuk tetap melestarikan kesenian di Kampung Budaya Polowijen,” katanya.

Aktivitas ini bukan tanpa alasan terus menggeliat walau tak ada wisatawan. Pasalnya, pria yang akrab disapa Ki Demang itu ingin jika situasi kembali normal, KBP sudah siap menyambut wisataan. “Jika situasi nanti sudah normal Kampung Budaya Polowijen bisa segera pulih. Selain itu, demi mengantisipasi wisata bisa dibuka lagi, kami sudah menyiapkan protokol kesehatan (prokes) di sini,” jelasnya.

Dengan kondisi ini, pihaknya masih menunggu informasi dari pemerintah kapan Kota Malang dinyatakan level 2 sehingga wisatawan boleh berkunjung lagi. “Ya, kami berharap pandemi segera berlalu agar Kampung Budaya Polowijen bisa normal lagi dikunjungi wisatawan,” jelas Ki Demang.

Saat ini Kota Malang masuk PPKM Level 3. Sehingga, Ki Demang berharap Oktober 2021 nanti Kota Malang sudah masuk PPKM Level 2. Jika itu sudah terjadi tentu menjadi kabar baik bagi pelaku seni dan pariwisata agar ekonomi bisa bangkit lagi. (mus/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *