Connect with us

Pemerintahan

Peringati Hantaru 2021, Wali Kota Surabaya Terima 159 Sertifikat Hak Pakai dari BPN

Diterbitkan

||

Momentum Surabaya – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi  menerima penyerahan 159 Sertifikat Hak Pakai (SHP) dari Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Surabaya I dan II. Penyerahan ini dilaksanakan dalam peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (Hantaru) Tahun 2021 di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur (Jatim), Kecamatan Gayungan, Surabaya, Jumat (24/09/2021).

Rincian SHP tersebut yakni  45 SHP dari Kantah Kota Surabaya I dan 114 SHP dari Kantah Kota Surabaya II.  Kemudian, 45 SHP yang berasal dari Kantah Kota Surabaya 1 itu akan dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP). 

Baca juga:

Begitu juga 100 SHP yang berasal dari Kantah Kota Surabaya II  akan dikelola oleh DPUBMP. Sedangkan 14 SHP lainnya akan dikelola oleh Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Surabaya.

Kepala DPBT Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu atau Yayuk mengatakan bahwa Pemkot Surabaya menerima sebanyak 159 SHP dari Kantah Kota Surabaya I dan II. “Sertifikat tanah aset pemkot berupa jalan dan saluran itu prosesnya melalui DPUBMP Surabaya. Kalau tanah dan bagunan ada di kita (DPBT),” kata Maria Theresia.

Selain itu, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah, terdapat tiga bentuk pengamanan aset. “Yakni pengamanan fisik, pengamanan administrasi, dan pengamanan hukum. Sertifikasi merupakan bentuk dari pengaman hukum terhadap aset Pemkot Surabaya,” ujarnya. 

Dia menjelaskan, sesuai amanat Permendagri Nomor 19 Tahun 2016, Pemkot Surabaya wajib mensertifikasi tanah asetnya secara bertahap. “Sebab itu, hari ini diserahkan sertifikat tanah aset Pemkot Surabaya oleh Kantor Pertanahan Surabaya I dan II,” sebutnya.

Bahwa terdapat tiga tahapan sertifikasi aset. Pertama, Pemkot Surabaya membuat permohonan surat ukur. Kedua, apabila surat ukur sudah terbit, akan diterbitkan Surat Keputusan (SK) pemberian hak atas tanah. “Terakhir, setelah SK pemberian hak atas tanah terbit, barulah sertifikatnya diterbitkan,” terangnya. 

Lebih lanjut dijelaskan bahwa sertifikasi ini adalah dalam rangka pengamanan aset Pemkot Surabaya yang merupakan bukti kepemilikan tanah aset pemkot. “Selain itu, di KPK sendiri  kan ada tim Koordinasi dan Supervisi. Nah, itu setiap bulan kita dimonitor terkait dengan capaian sertifikasi, termasuk semua Kabupaten/Kota di Indonesia,” ucapnya. 

 Pemkot Surabaya berusaha untuk menyelesaikan proses permohonan sertifikasi di akhir tahun 2021. Saat ini, pihaknya masih menyisakan sekitar 1.200 permohonan sertifikasi yang belum diajukan.

 “Ada 120 permohonan sertifikat yang masih dalam proses sertifikasi. Untuk proses selanjutnya memang ada di BPN, kalau pemkot itu hanya pengajuan permohonan proses sertifikasi saja,” tambahnya.  

Sementara itu, Kepala DPUBMP Kota Surabaya, Erna Purnawati mengatakan, saat ini pihaknya sudah mengajukan permohonan sertifikat sebanyak 934 aset yang masih dalam proses sertifikasi. “Sampai saat ini, dari total 4.435 aset Pemkot Surabaya ada sebanyak 1.643 aset yang sudah bersertifikat. Sedangkan, 2.792 lainnya masih belum bersertifikat,” terangnya. (ade/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *