Connect with us

SEKITAR KITA

Dispertahortbun Sumenep Dorong Peningkatan Produksi Pertanian

Diterbitkan

||

Memontum Sumenep – Pemkab Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Sumenep, pada momen Hari Tani Nasional 2021 melakukan serangkaian kegiatan untuk meningkatkan sektor pertanian.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep, Arief Firmanto, menjelaskan jika pihaknya mengapresiasi kerja keras kalangan petani. Salah satunya, dengan mendorong peningkatan produksi pertanian baik dari segi kualitas maupun kualitas.

Baca juga:

Mendekati musim tanam, tambahnya, pemerintah melalui Dispertahortbun memberikan bantuan benih padi dan jagung. Ada padi beras merah dan ada padi yang biasa seluas 6.685 Hektar (Ha) dan seluas 21.160 Hektar untuk jagung. Masih ada tambahan lagi nantinya kedepan ada tambahan untuk benih jagung.

“Selain itu, kami juga memberikan sarana pertanian yaitu pompa air, irigasi dan pengeboran. Termasuk, juga melaksanakan pelatihan diversifikasi produk tembakau. Jika selama ini tembakau hanya dimanfaatkan daunnya saja untuk bahan baku produksi rokok, ke depan inovasi berupa diversifikasi seperti yang sudah dilakukan penelitian oleh PTPN 10 di Jember,” ungkap Arief.

Menurut Arief, Sumenep akan mengadopsinya untuk dipraktikkan oleh Poktan dengan cara ikut pelatihan yang didiversifikasi untuk produk tembakau. “Jika semula tembakau itu dimanfaatkan daunnya saja, kedepan saya harapkan batang sama akarnya bisa dimanfaatkan seperti untuk asap cair dan sebagainya,” beber Kadispertahortbun ini.

Masih menurutnya, bahwa pihaknya juga sudah lakukan pelatihan diversifikasi. Harapannya, itu dapat diaplikasikan tehnologi tepat guna. Bahkan, batang tembakau bisa dimanfaatkan dan bisa diolah sebagai briket dari limbah tembakau. “Sebagai salah satu energi terbarukan dan mengurangi pencemaran limbah,” bebernya.

Jadi, tambahnya, ketika peserta pelatihan yakni para poktan sebanyak 25 orang ini masih belum mendalami betul, pihaknya akan kirim ke PTPN Jember. Dispertahortbun Sumenep juga melakukan siaran pedesaan di radio. Siaran ini untuk materi persiapan tanam padi dan jagung di MH 2021 dan 2022, ini termasuk juga bagaimana memanfaatkan KUR (Kredit Usaha Rakyat). 

“Jadi, saya harapkan petani tidak lagi mendapatkan modal dari ijon. Tetapi ada fasilitas pemerintah yang namanya KUR yang harus di manfaatkan,” paparnya.

Ditambahkan, pemerintah harus memberikan fasilitas. Daripada mereka pinjam ke ijon lebih baik pinjam ke bank dengan bantuan KUR dengan pinjaman bisa mencapai Rp 25 juta. Persyaratan harus kelompok tani tentunya ada sertifikatnya. Anggota juga bisa. Terpenting tergabung dalam kelompok tani (Poktan).

“Kita juga melakukan pelayanan kesehatan hewan yang kita lakukan seperti pengobatan ternak, inseminasi buatan, pemeriksaan kebuntingan dan penanganan gangguan reproduksi,” ujar Arief. (dan/edo)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *