Connect with us

Pendidikan

Bupati Trenggalek bersama Rektor UM Tinjau Pembangunan Kampus Program PSDKU

Diterbitkan

||

Memontum Trenggalek – Hanya tinggal selangkah lagi. Begitulah pengembangan Universitas Negeri Malang (UM) yang mendirikan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di area perkebunan Dilem Wilis, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Bahkan, dalam kunjungannya ke Kota Keripik Tempe ini, Rektor UM, Prof Dr AH Rofi’uddin MPd mengamini hal tersebut.

Menurutnya, rencana UM dengan Bupati Trenggalek ini, bisa dikatakan lebih dari 50 persen karena secara fisik sudah siap. Tahun akademik 2022, diharapkan olehnya sudah bisa menerima mahasiswa baru.

Baca juga:

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyampaikan permohonan restu kepada masyarakat. “Mohon doa restu, ini menjadi yang pertama di Kabupaten Trenggalek. Tahun depan administrasi disiapkan, berjalan dengan itu fisiknya juga akan kita benahi dan sesuaikan, untuk bisa menerima angkatan pertama untuk kampus di Trenggalek ini,” ucapnya, Rabu (06/10/2021) sore.

Terkait konsep, suami Novita Hardiny ini menyebut, jika hal itu sudah dibicarakan. Pihaknya menginginkan bangunan itu menjadi kampus yang practical. “Pasalnya disini ada living lab yang sinergi sama sience tekhno park,” imbuh Bupati.

Selanjutnya, kampus ini nantinya akan dieksekusi dengan lebih berkelanjutan. “Mungkin, brandingnya green campus, dengan tetap melestarikan alam yang ada di sini. Dengan pembelajaran, melakukan penelitian, terus kemudian mendayagunakan atau memberi nilai tambah produk-pruduk hulu yang ada di sini. Mulai dari kopi, peternakan, potensi agro dan yang lain sebagainya,” terang Mas Ipin-sapaan akrabnya.

Sementara itu, Prof Dr AH Rofi’uddin MPd, mengaku jika pihaknya sudah menindaklanjuti rencana untuk PSDKU UM di Trenggalek. “Kita rencanakan secepatnya realisasikan program kami dan Pak Bupati. Kalau bisa tahun depan, tahun akademik 2022 sudah bisa menerima mahasiswa baru,” kata Rofi’uddin.

Saat ini, tambahnya, pembangunan PdKU UM di Trenggalek sudah mencapai lebih dari 50 persen. “Kalau ini secara fisik sudah beres tinggal tinggal benahi. Cuma kita akan menata secara keseluruhan termasuk administrasinya. Insya Allah kalau disebut 50 persen lebih,” lanjutnya.

Ditanya soal lokasi Dilem Wilis dan bukan di kawasan kota atau Watulimo sebagai pengembangan kota baru maritim, dirinya menyampaikan agar keberadaan kampus ini nantinya diharapkan mampu memberikan dampak lebih bagi kawasan tersebut. “Apalagi Dilem Wilis sendiri masuk dalam kawasan Selingkar Wilis, yang sesuai Perpres 80 termasuk kawasan yang akan dikembangkan,” ujar Rofi’uddin.

Selain itu keberadaan kampus di tempat ini juga diharapkan bisa memberikan dampak ekonomi masyarakat. Termasuk, mengangkat produk lokal yang ada, seperti hasil perkebunan (kopi) atau hasil peternakan seperti susu. (mil/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *