Connect with us

SEKITAR KITA

Tiga Pikap Pemborong BBM Pertalite Pakai Drum di Jember Diamankan Polisi

Diterbitkan

||

Memontum Jember – Menindaklanjuti adanya kelangkaan BBM, jajaran Polres Jember, bergerak melakukan patroli untuk mengecek ketersediaan di sejumlah SPBU. Patroli dilakukan Sat Samapta Polres Jember, yang langsung dipimpin Kasat Samapta, AKP Eko Basuki Teguh.
SPBU yang berada di Kecamatan Wuluhan dan Ambulu adalah sasaran utama. Saat patroli di salah satu SPBU, petugas memergoki pembelian BBM dengan menggunakan drum berukuran besar yang diangkut dengan mobil Pikap.

Tidak tanggung-tanggung, ada tiga mobil jenis Pikap yang mengangkut total 26 drum. Mobil Pikap tersebut, diduga milik tengkulak penimbun BBM. Polisi pun kemudian meminta sopir atau pengemudi Pikap, untuk menunjukan dokumen wajib syarat pembelian dengan drum. Namun, pengemudi mengaku bukan pemilik atau pembeli langsung BBM. Dirinya hanya sebagai sopir suruhan, sehingga tidak bisa menunjukan dokumen tersebut.

Kasat Samapta AKP, Eko Basuki Teguh, mengatakan bahwa pembelian BBM dengan drum melanggar aturan. “Tindakan ini sudah melanggar karena pembeli sudah membeli Pertalite subsidi dalam jumlah banyak. Untuk sementara, kami akan serahkan ke Unit Reskrim Polres Jember, berikut barang bukti tiga unit kendaraan berisi drum dan penanggung jawab SPBU untuk dimintai keterangan,” ujarnya, Jumat (08/10/2021).

Tindakan tegas petugas itu, ternyata didukung masyarakat setempat. Seperti yang dituturkan oleh Anton, warga setempat. Dirinya mendukung petugas kepolisian untuk terus melakukan giat patroli.

“Untuk isi BBM, biasanya kami harus antri lama dan panjang gara-gara mereka ngisinya lama. Terkadang juga dibilang habis. Kami mendukung Pak polisi dengan tindakan ini,” ujarnya.
Setelah dimintai keterangan di lokasi, tiga unit mobil dan 26 drum dengan sopirnya, pun digelandang ke Polres Jember, untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Petugas Polres Jember bakal terus melakukan patroli untuk mengantisipasi penimbunan BBM. (rio/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *