Connect with us

SEKITAR KITA

Vaksinasi Ibu Hamil di Kota Malang Rendah

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Di tengah capaian vaksinasi Kota Malang yang sudah tinggi, nampaknya masih ada sasaran penerima vaksin belum optimal. Kelompok tersebut, adalah ibu hamil yang juga menjadi prioritas penerima vaksin karena kondisi yang rentan penularan Covid-19. Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, capaian vaksinasi untuk ibu hamil masih tergolong rendah.

“Jadi kalau vaksinasi untuk ibu hamil kita menyesuaikan dengan wilayahnya. Tapi masing-masing puskesmas susah mempunyai target sasaran untuk ibu hamil. Syaratnya berada pada usia kehamilan 13 sampai 34 minggu,” ungkap dr Husnul, Senin (12/10/2021).

Baca juga:

Dirinya menerangkan, pihaknya mendapat laporan bahwa masih sekitar 150 ibu hamil yang tervaksin. Padahal, tercatat ada 1.515 ibu hamil di Kota Malang yang ditargetkan menerima vaksin.

“Laporan dari beberapa puskesmas akhir minggu lalu, ada sekitar 100 sampai 150 ibu hamil yang sudah tervaksin. Jadi masih dibawah 50 persen,” sambungnya.

Menurut mantan Direktur RSUD Kota Malang itu, banyak faktor yang sebabkan rendahnya capaian vaksinasi untuk salah satu sasaran rentan tersebut. “Sebenarnya vaksin sudah ada, tinggal memberikan penguatan edukasi kepada masyarakat. Terutama kepada ibu hamil untuk mau divaksin, karena kalau posisi hamil kan yang harus dijaga ada dua, ibu beserta janinnya,” tegas dr Husnul.

Namun, dirinya menampik jika kekhawatiran masyarakat atau ibu hamil, menjadi salah satu penyebab rendahnya vaksin yang tersalurkan bagi ibu hamil. “Kalau masalah kekhawatiran, mungkin tidak ya. Sepertinya, lebih kepada keterbatasan waktu dan tidak ada yang mengantar ke puskesmas. Selain itu bisa jadi yang bersangkutan tidak memenuhi syarat usia kehamilan,” terangnya.

Sejauh ini, pihak Dinkes Kota Malang juga belum menerima keluhan terkait Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI). “Vaksinnya pakai jenis sinovac dan sampai saat ini belum ada laporan KIPI ibu hamil yang masuk. Insyaallah aman,” terang mantan Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang itu. (mus/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *