Connect with us

SEKITAR KITA

Kasus Covid-19 Kota Malang Kembali Fluktuatif

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Malang, kembali menunjukkan kondisi yang fluktuatif. Hal tersebut terlihat, dari penambahan kasus perhari dari di bawah 10 kasus perhari menjadi 16 kasus, per Selasa (12/10/2021) kemarin. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr Husnul Muarif, saat dikonfirmasi juga membenarkan fluktuatifnya kasus Covid-19 di Kota Malang.

“Ya, jadi ini kan masih fluktuatif. Penambahan 16 positif kemarin itu, merupakan hasil kontak erat dari kasus-kasus sebelumnya,” terangnya saat ditemui di Balai Kota Malang, Rabu (13/10/2021). Dirinya menerangkan, bahwa tiap satu kasus positif harus dilakukan tracing sebanyak 15 orang.

“Kemarin itu kontak erat ada delapan, skrining empat dan sisanya adalah suspek,” sambungnya.
dr Husnul menjelaskan, bahwa suspek adalah mereka yang berkunjung ke Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes), seperti Puskesmas atau Rumah Sakit (RS).

“Biasanya kalau suspek itu mereka berkeluhan dan akhirnya datang ke Fasyankes. Mungkin ada rasa tidak enak badan, sakit tenggorokan, jadinya periksa. Nah di Fasyankes itulah ditanya riwayat seperti apa, sampai akhirnya pasien tersebut ditetapkan sebagai suspek. Selanjutnya, untuk memastikan apakah terpapar Covid-19 atau tidak, perlu dilakukan swab,” terangnya.
Sehingga praktis, berdasarkan data per 12 Oktober, terdapat 22 orang yang sedang menjalani perawatan.

“Di isolasi terpusat (isoter) Safe House Jalan Kawi, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, nambah 14 pasien. Kemudian pasien isolasi mandiri (isoman) kosong, karena semua yang tidak ada keluhan kita arahkan ke isoter,” beber dr Husnul.

Meski begitu, mantan Dirut RSUD Kota Malang itu berharap kasus Covid-19 di Kota Malang kembali melandai. Namun, ia menegaskan tak bisa memprediksi kapan berakhirnya pandemi ini. “Kami berharap segera melandai lagi. Kalau prediksi kapannya, tergantung dan harus diimbangi dengan ketaatan warga di dalam protokol kesehatan (Prokes),” tuturnya. (mus/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *