Connect with us

Pemerintahan

Raih Penghargaan APE Utama, Ini Kata Bupati Trenggalek

Diterbitkan

||

PENGHARGAAN (ki-ka): Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin bersama Pj Sekda Trenggalek, Anik Suwarni. (memontum.com/mil)

Memontum Trenggalek – Kabupaten Trenggalek berhasil meraih Penghargaan Prahita Ekapraya (APE) kategori utama oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Penghargaan itu, didapat atas kegigihan Pemerintah Daerah dalam memperjuangkan Pengarusutamaan gender dan perlindungan anak.

APE merupakan penghargaan yang diberikan kepada kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah yang dinilai telah berkomitmen dalam pencapaian dan perwujudan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta memenuhi kebutuhan anak. Di Trenggalek, komitmen ini didukung dengan kebijakan pemerintahan yang sangat supportif, sehingga pengarusutamaan gender dan perlindungan anak tidak hanya menjadi slogan belaka. 

“Banyak program yang dijalankan berpihak kepada perempuan, anak dan kelompok rentan. Bahkan ada ruang bagi kelompok ini untuk berpartisipasi dalam pembangunan melalui Musyawarah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan (Musrena Keren),” ungkap Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat dikonfirmasi usai mendapat penghargaan secara virtual di gedung Smart Center, Kamis (14/10/2021).

Baca juga:

Selain itu, kata Bupati, kehadiran perempuan di bidang politik dan pemerintahan juga cukup terasa. Ada beberapa posisi top leader di Pemerintahan Trenggalek yang diduduki oleh perempuan.

“Juga disektor pemberdayaan saat ini, Pemerintah Kabupaten Trenggalek berikhtiar mendorong 5.000 pengusaha perempuan baru di daerahnya. Ini menjadi salah satu program strategis yang tengah dijalankan,” imbuhnya.

Ditambahkan, ini harus perempuan, karena sesuai dengan survey yang ada, bila perempuan ini berdaya maka penghasilan yang didapat lebih banyak kembali kepada keluarga. Baik untuk perbaikan gizi keluarga maupun peningkatan kualitas pendidikan anak. 

Ini salah satu alasan kenapa Bupati Arifin cukup getol memberikan ruang kepada perempuan untuk berdaya. “Sekali lagi kami berterima kasih atas afirmasi dan rekognisi dari pemerintah republik melalui kementrian. Bahwa kita berada di kategori utama untuk pemberdayaan gender Anugerah Parahita Ekapraya,” terang Mas Ipin-sapaan akrabnya. 

Masih menurutnya, perempuan juga harus dilibatkan dalam peran serta membangun daerah. “Kita termotivasi untuk jadi kategori mentor. Akan tetapi masih perlu partisipasi perempuan dalam politik dan kepemimpinan. Kita sudah mulai untuk di jajaran Pemkab, beberapa jabatan strategis perempuan menjadi top leader. Tapi yang perlu juga masyarakat harus memberi peran seperti perangkat desa,” terang Bupati Trenggalek.

Masih menurut suami Novita Hardiny ini, desa-desa yang perangkat desanya terdapat beberapa perempuan, itu kejaran-kejaran targetnya. Seperti SDGis desanya cenderung lebih baik daripada yang tidak. 

Hal seperti ini, imbuhnya, yang kemudian bisa didorong Pemerintah Daerah. Juga keterpilihan perempuan sebagai legislatif, perlu lebih mengenal ke masyarakat, sehingga bisa lebih menyuarakan kepentingan perempuan, anak dan kelompok rentan melalui perwakilan perwakilan perempuan.

“Seperti kata Pak Menteri Muhadjir Effendy, kalau kita ingin pembangunan baik, pemberdayaan manusia baik, kita harus memaksimalkan pembangunan yang tidak hanya dilakukan oleh laki-laki, namun juga perempuan. Karena nanti bisa mendongkrak ekonomi dan juga meningkatkan kualitas sumberdaya manusia,” ujar Bupati Arifin. (mil/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *