Connect with us

KREATIF MASYARAKAT

Inovasi Olahan Tempe Semarakkan Beragam Kuliner Tempe Sanan Kota Malang

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan langkah masyarakat Kota Malang, untuk branding produk unggulan demi meningkatkan ekonomi. Bahkan dikatakan Wali Kota Malang, Sutiaji, penguatan branding telah dilakukan oleh sejumlah masyarakat.

Contohnya di Kampung Sanan, yang dikenal sebagai Sentra Industri Tempe dan Keripik.
Selama pandemi, masyarakat di sana tidak hanya tinggal diam. Tetapi terus berinovasi membuat berbagai olahan dari tempe agar dapat terus bertahan.

“Kelompok masyarakat di sana juga berupaya menginovasikan olahan tempe melalui Festival Kuliner Tempe Sanan yang sempat digelar secara virtual kemarin. Ini bagus karena dapat menguatkan branding Kampung Sanan sebagai pusat oleh-oleh tempe dan ekonomi berbasis tempe. Apalagi produk sudah dikenal sampai ke mancanegara,” ungkap Wali Kota Malang, Sutiaji, Senin (18/10/2021).

Melalui inisiasi masyarakat yang merupakan hasil kolaborasi dari berbagai elemen tersebut, Wali Kota berharap, pergerakan ekonomi bisa semakin bagus. “Sehingga, gairah ekonomi di Kota Malang juga makin tumbuh. Selain itu kesadaran masyarakat untuk membangun wilayahnya bisa semakin kuat. Di Kampung Sanan banyak spot-spot yang bagus untuk belanja tempe dan berbagai olahannya. Golnya ke depan spot-spot ini makin mudah diakses, mudah dijangkau informasinya,” tambah Sutiaji.

Di kampung yang terletak di Jalan Sanan Gang III, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, ini terdapat sekitar 600 pengrajin yang memproduksi tempe dan keripik tempe. Menurut Ketua PKK sekaligus Pengurus Pokdarwis Kampung Sanan, Trinil Sriwahyuni, inovasi kuliner tempe sanan terus digalakkan untuk mempromosikan Kampung Sanan sehingga dapat semakin dikenal masyarakat luas. Pasalnya, Kampung Sanan selama pandemi mengalami penurunan ekonomi yang sangat drastis, yaitu baik pengolahan ataupun pembuatan tempe dan kripik tempe.

“Selama pandemi masyarakat Kampung Sanan tidak hanya tinggal diam, tetapi berinovasi baik itu dari olahan limbah seperti kulit kedelai atau tepung dari tempe yang diolah menjadi makanan kekinian. Kemudian dari limbah rebusan air kedelai bisa dibuat menjadi nata de soya, dari kulit kedelai diinovasi menjadi olahan-olahan kekinian yaitu brownies, pudding silky dan macaroon” jelas Trinil.

Dari tepung tempe, lanjutnya, bisa diolah menjadi aneka olahan stick atau krupuk mulai dari stick tempe, stick mendol, stick bawang yang bahan baku terbesarnya dari tempe itu sendiri. Dirinya menambahkan, dari tepung tempe juga bisa menjadi aneka cookies seperti kastengel serta olahan lain seperti burger dan rolade tempe. Ada juga dari ampas kedelai dari pembuatan susu kedelai yang diolah menjadi krupuk kulit kedelai.

“Produk-produk unggulan Kampung Sanan ini, kami olah dengan berbagai inovasi agar bisa tetap bertahan. Dengan banyaknya kreasi produk tersebut, harapan kami kedepan bisa dinikmati oleh anak-anak millenial. Jadi tujuan kita bisa masuk ke cafe, bisa masuk ke pusat oleh-oleh dan sebagainya,” tuturnya. (mus/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *