Connect with us

KREATIF MASYARAKAT

Mahasiswa UMM Kembangkan Smart Roaster Coffee Beans Based Micro Controler

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Cafe dan kedai kopi yang semakin menjamur di Kota Malang, membuat kebutuhan akan biji kopi ikut meningkat. Untuk membantu para supplier meningkatkan produksi roaster biji kopi, kelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembangkan alat roasting dengan teknologi Thermal Oil Jacket, yang dinamakan Smart Roaster Coffe Beans Based Micro Controler.

Menariknya, alat ini diikut sertakan pada Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI) dan berhasil mendapat pendanaan dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemendikbud Dikti).

“Alat roaster ini tercipta dari kendala-kendala yang dihadapi oleh mitra program kami, dimana kami menggandeng Clegoef Coffee yang merupakan tempat supplier biji kopi di Malang. Setelah beberapa kali melakukan kunjungan terhadap mitra, kami mengetahui bahwa alat roasting yang ada memiliki beberapa kelemahan. Pertama produktifitas alat roasting dirasa masih kurang oleh mitra. Selain itu waktu roastingan biji kopi juga masih tergolong lambat,” ungkap salah satu anggota tim, Bagas Imam Abdillah, Rabu (20/10/2021).

Baca juga:

Dalam proses pembuatan alat, Bagas dan tim bekerja sama dengan sebuah bengkel untuk membuat tabung. Sementara itu, untuk bagian alat yang lain dikerjakan sendiri. Dirinya menjelaskan, bahwa cara kerja Smart Roaster Coffe Beans Based Micro Controler, cukup sederhana.

“Ketika alat di sambungkan dengan listrik, pemanas akan secara otomatis memanaskan oli yang ada di dalam alat. Oli tersebut berfungsi untuk menyebarkan panas secara merata ke seluruh tabung dan mulai meroasting biji kopi. Alat ini juga dilengkapi sensor suhu PT 100 untuk mengetahui kapan alat siap untuk meroasting,” ujar Bagas.

Alat ini pun, tambahnya, telah digunakan selama satu bulan oleh supplier Clegoeg Coffee. Karenanya, mitra kerja sangat senang dengan adanya alat roasting ini. Pasalnya, alat ini meningkatkan produksi roasting yang awalnya dua kali seminggu, menjadi empat kali seminggu.

“Selain itu, setelah menggunakan alat ini, pendapatan mitra meningkat 50 persen dari pendapatan sebelum-sebelumnya,” sambung Bagas.

Dalam pelaksanaan Program Kreatif Mahasiswa ini, Bagas ditemani tiga anggota lainnya yaitu Gigih Imam Abdillah dan Indra Lesmana Hermawan Iswiyono dari Prodi Teknik sipil serta Diah Yasmin Anggita dari Prodi Ilmu Teknologi Pangan. Bagas mengatakan, bahwa kedepannya bersama tim ingin lebih mengembangkan alat roasting tersebut agar bisa meroasting dengan lebih efisen.

“Kami juga ingin mendaftarkan alat ini menjadi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam waktu dekat,” paparnya. (mus/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *