Connect with us

SEKITAR KITA

Bupati Jember Minta Maaf Terkait Video Viral Pernikahan Keponakan

Diterbitkan

||

Memontum Jember – Pasca viralnya video Bupati Jember Hendy Siswanto dan istri Kasih Fajarini berjoget dan bernyanyi di acara nikahan kerabat keluarganya, pihaknya segera meminta maaf kepada masyarakat. Bupati menyampaikan lewat voice note WhatsApp meminta maaf kepada masyarakat.

Voice note (VN) itu disampaikan kepada wartawan untuk kemudian ditulis menjadi berita. Menanggapi dugaan adanya pelanggaran Prokes saat acara pernikahan tersebut. Dalam voice note tersebut, kata Hendy, giat menyanyi dan berjoget yang dilakukan itu pada acara pernikahan keponakannya. Yakni digelar di salah satu Hall New Sari Utama, Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Kaliwates, Minggu (17/10/2021) siang.

“Assalamualaikum sampaikan permintaan maaf saya kepada seluruh teman-teman media. Itu (acara berjoget dan bernyanyi), di acara nikahan keponakan saya. Dari (kejadian tersebut), pembelajaran semua bagi kita semua,” kata Hendy melalui VN tersebut, Rabu (20/10/2021).

Baca juga:

Menurut Hendy, pihaknya sudah menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dalam kegiatan pernikahan keponakannya itu. “Atas temuannya (ada video Bupati Jember dan istri bernyanyi dan berjoget), meskipun kita sudah menerapkan protokol kesehatan. Kita melakukan kegiatan ini sebaik-baiknya,” ucapnya.

Pihaknya juga menyampaikan permintaan maaf dan mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan Prokes, terlebih saat pandemi Covid-19. “Apapun komentar masyarakat, kita terima dan jawab. Agar tidak (dianggap) tidak ada keadilan. Bahwa kita siapapun harus tetap mengikuti Prokes aturan yang ada. Namun demikian saya juga minta maaf lahir batin dan kepada teman-teman untuk bisa menulis apa yang saya sampaikan ini,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, terkait kegiatan bernyanyi dan berjoget yang dilakukan Bupati Hendy dengan istrinya viral di banyak media sosial Facebook.

Terkait hal itu, Kepala BPBD Jember Sigit Akbari membenarkan jika bupati bersama istri menghadiri acara pernikahan tersebut. “Terkait informasi kegiatan bapak bupati yang bernyanyi, dilaksanakan setelah semua tamu selesai. Jadi itu (bernyanyi dan berjoget) acara keluarga yang dilaksanakan tidak dalam banyak tamu. Saya kira itu dan memang pantauan kami sudah sesuai ketentuan yang ada,” jelasnya.

Menurut Sigit, terkait kegiatan masyarakat terlebih soal pernikahan, harus tetap menaati protokol kesehatan. “Jikalau ada kegiatan apapun, harus dilakukan pembatasan, kemudian adanya pemakaian masker hand sanitizer (juga) harus dilakukan,” ujarnya.(ark/rio/gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *