Connect with us

SEKITAR KITA

Metode Vaksinasi Jemput Bola Efektif Tingkatkan Animo Warga Kota Malang

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Hingga Jumat (22/10/2021) ini, percepatan vaksinasi di Kota Malang terus digencarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes).

Selain terus menyalurkan vaksin ke Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) dan event serbuan vaksinasi, ternyata metode jemput bola juga dipakai oleh Dinkes.

Bahkan, dikatakan Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, metode tersebut sangat efektif untuk menarik animo warga.

“Kita terus kuatkan vaksinasi. Memang tidak ada warga yang menolak untuk divaksin, tapi kita terus berupaya menarik minat mereka. Salah satunya dengan mendekatkan layanan vaksinasi ke warga, jadi jemput bola,” terangnya.

Dengan program tersebut, masyarakat Kota Malang bisa dengan mudah menjalani vaksinasi berbasis RW. Terlebih para lansia yang sudah rentan untuk menuju ke Fasyankes.

“Seperti kemarin di daerah Kelurahan Arjowinangun, kami dapat laporan, menurut pak lurah banyak yang tidak mau divaksin. Tapi begitu kita dekatkan, kita datang kesana, ternyata banyak yang mau divaksin. Nah bisa jadi sebenarnya bukan tidak mau divaksin, mungkin karena jauh dari Fasyankes atau tidak ada yang mengantar,” tambahnya.

Berkaitan dengan capaian vaksinasi Kota Malang, dr Husnul mengungkapkan, bahwa untuk dosis pertama masyarakat umum sudah mencapai 92.3 persen. Kemudian dosis kedua sebesar 63.35 persen, dan dosis ketiga untuk tenaga kesehatan (nakes) 93.79 persen.

“Kalau lansia masih 51.78 persen, target minimal harus 60 persen,” sambungnya.
Persediaan vaksin di Kota Malang, ujarnya, pun juga dijamin aman dan tidak akan mengalami kekosongan.

“Stok untuk Sinovac sekitar 30rb untuk dosis satu. Lalu AsteaZeneca untuk dosis kedua juga 30ribu, namun diperkirakan tanggal 24 sudah habis. Tapi Insyaallah aman, tidak pernah terlambat mendapatkan dropping vaksin,” tutur mantan Dirut RSUD Kota Malang tersebut. (mus/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *