Connect with us

SEKITAR KITA

Tunggu QR Code PeduliLindungi, 22 Kampung Tematik Kota Malang Belum Dibuka

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Sejumlah tempat wisata di Kota Malang seharusnya sudah boleh dibuka, mengingat aturan kelonggaran pada Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2. Namun nyatanya, belum semua destinasi wisata dibuka. Utamanya, 22 Kampung Tematik di Kota Malang.

Kabid Destinasi Industri Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Fitri Noverita, menjelaskan untuk membuka tempat wisata harus memasang QR code Aplikasi PeduliLindungi.

“Proses pengajuan izin buka ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sedang dikirim sejak Senin lalu. Hal yang utama adalah pengajuan QR Code Aplikasi PeduliLindungi,” jelasnya, Sabtu (23/10/2021).

Dirinya memaparkan, bahwa aplikasi PeduliLindungi harus diimplementasikan di tempat wisata yang akan dibuka di Kota Malang. “Jadi, nanti ada 22 Kampung Tematik dan 20 tempat wisata lain di Kota Malang bakal mendapatkan QR Code. Setelah itu, baru boleh buka,” sambungnya.

Setelah QR Code didapatkan, wisata akan dibuka bertahap dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (Prokes). Dimana batasan pengunjung dalam satu tempat wisata, hanya diizinkan sebanyak 25 persen.

“Kapasitas tersebut tidak masalah, yang penting bisa beroperasi lagi. Karena, para pengurus Kampung Tematik ingin wisata dibuka perlahan. Sehingga roda perekonomian warga bisa pulih perlahan.

Kami pelan-pelan sesuai aturan pusat dan berharap orang berwisata bisa menikmatinya,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Kelompok Sadar Wisata (Poldarwis) Kota Malang, Isa Wahyudi, juga mengatakan hal yang senada, bahwa pihaknya masih menunggu izin lantaran terkendala belum memiliki QR Code aplikasi PeduliLindungi.

“Sejumlah kampung tematik menunggu izin dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang masih mengupayakan pengajuan ke Kemenparekraf. Sehingga aktivitas wisata di 22 Kampung Tematik masih dilakukan secara daring. Seperti yang kami lakukan akhir-akhir ini lewat virtual event yang tayang di Youtube,” terangnya.

Dirinya menegaskan, jika boleh dibuka pihaknya sudah siap secara prokes. Tinggal melakukan penyesuaian untuk wisatawan yang wajib memakai aplikasi PeduliLindungi.

“Begitu juga dengan aturan anak dibawah usia 12 tahun yang diperbolehkan ke tempat wisata dengan pengawasan orang tua. Kami berharap para orang tua punya kesadaran dalam menjaga anaknya,” terang pria yang akrab disapa Ki Demang itu. (mus/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *