Connect with us

Politik

Gara-gara Relokasi Pasar Besar, Kota Batu Dipastikan Urung jadi Tuan Rumah Perhelatan Sepak Bola Nasional

Diterbitkan

||

Memontum Kota Batu – Pengurus harian PSSI Cabang Kota Batu menyampaikan aduan ke Gedung DPRD Kota Batu.

Aduan yang disampaikan ke Pimpinan DPRD itu, terkait tentang penggunaan fasilitas lapangan bola di Stadion Gelora Brantas oleh Diskoumdag Kota Batu, untuk relokasi pedagang Pasar Besar Kota Batu, Senin (01/11/2021).

Dalam pertemuan tersebut, pengurus PSSI diterima di ruang pimpinan oleh Wakil Ketua Komisi C, Didik Machmud dan anggota Komisi C, Sudiono. Didik Machmud menerangkan, bahwa kehadiran pengurus PSSI adalah untuk menyampaikan keberatannya atas penggunaan fasilitas lapangan bola untuk relokasi pedagang.

Sebab, Diskoumdag pada beberapa waktu sebelumnya, pernah menyampaikan bahwa relokasi pedagang tidak sampai menggunakan lapangan bola atau hanya di sentel ban saja.

“Rekan-rekan PSSI merasa terkejut, kok tiba-tiba lapangan di patok dan akan digunakan pedagang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,” terangnya.

Didik juga tampak kecewa, sebab saat rapat terakhir bersama dewan, areal stadion yang digunakan hanya sentel ban.

“Saat itu (rapat), Kepala Diskoumdag dengan yakin mengatakan bahwa areal yang digunakan pedagang pasar pagi tidak sampai menggunakan lapangan atau hanya di sentel ban saja. Kok ini, lapangan bola sudah di pasang patok,” sesalnya.

Karena hal itu, tambahnya, memunculkan berbagai spekulasi. Sebenarnya, jumlah pedagang ini berapa. Sebab, Diskoumdag dianggap tidak terbuka terhadap informasi jumlah pedagang, baik pasar HPP maupun pasar pagi.

Sedangkan PSSI, ujarnya, juga telah berupaya untuk memberikan solusi yakni dengan ikut mencarikan tempat yang lebih layak dan tidak mengganggu aktivitas berlatih para atlet.

“Teman-teman PSSI sudah berkomunikasi dengan pemilik lahan dan pemilik lahan memperbolehkan tempatnya dipinjam sementara untuk relokasi, ini perlu kita dukung upayanya,” terang Didik.

Sementara itu, perwakilan pengurus PSSI Kota Batu, Kayat Harianto, menyayangkan penggunaan fasilitas lapangan untuk relokasi pedagang pasar. Sebab, kesempatan untuk menjadi tuan rumah perhelatan sepakbola nasional batal digelar.

“Kesempatan kita untuk menjadi tuan rumah, jelas sudah tidak bisa dan itu kerugian bagi kita. Baik PSSI Kota Batu maupun potensi pendapatan bagi Pemkot, karena sejatinya tim sepak bola batal ke Batu,” terangnya. (bir/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *